Jejakfakta.com, Bone - Kasus kematian remaja perempuan J (14) siswi kelas 3 SMP di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kini tengah menjadi sorotan publik.
Pengungkapan kasus berawal ketika korban J (14) dan keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cenrana dan kemudian ke Polres Bone terkait yang dialami J, namun pihak kepolisian menyuruh agar J lebih dulu ke rumah sakit.

Saat J melaporkan kejadiannya, korban dalam kondisi yang tidak sehat maka kepolisian menyuruhnya untuk memeriksakan kesehatannya.
Baca Juga : Mentan Amran Turun Langsung ke Bone, Salurkan Bantuan Rp9 Miliar untuk Korban Banjir
Tak lama, J pun akhirnya dirawat intensif selama beberapa hari di Rumah Sakit M Yasin, Kabupaten Bone. Namun nyawa J tidak bisa tertolong lagi.
Keluarga korban pun menegaskan jika anaknya telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh lebih dari empat orang pelaku.
Sebelumnya diberitakan, jika kepolisian setempat telah melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi, termasuk 4 teman sekolah korban.
Baca Juga : Gowa–Bone Eratkan Persaudaraan Lewat Ziarah Arung Palakka
Selain itu, kepolisian akan memeriksa rekam medis korban di rumah sakit sebagai bukti penyelidikan.
Rekaman suara diduga para pelaku pemerkosaan
Sebuah rekaman suara diduga pelaku pemerkosaan siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan beredar di media sosial.
Baca Juga : LBH Makassar Kecam Tindakan Represif Aparat Gabungan terhadap Aksi Tolak Kenaikan PBB 300% di Bone
Akibatnya, polisi kini menyelidiki rekaman tersebut dan telah mencurigai satu terduga pelaku.
Saat dihubungi, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Boby Rachman membenarkan soal adanya rekaman suara yang beredar.
Maka dari itu, pihaknya mengaku akan mendalami rekaman tersebut.
Baca Juga : Basarnas Makassar Terjunkan Tim untuk Cari Kakek 72 Tahun yang Hanyut di Sungai Bone
"Ada (rekaman suara). Nanti ditelusuri," ujar Boby saat dihubungi Jejakfakta, Selasa 21 Februari 2023 siang.
Diketahui, dalam rekaman suara berdurasi 6 detik yang beredar, terdengar suara pria berbicara dalam bahasa Bugis.
Pria tersebut menyinggung soal dirinya tersangka atau pelaku.
Baca Juga : Bupati Irwan Hadiri Ritual Adat Mattompang Arajang di Bone: Warisan Budaya yang Penuh Makna
"Na iya tersangka kerodo. Mateni, gentayangang ammengngi (Saya tersangka di situ, mati aku, nanti korban gentayangan)," terdengar suara seorang laki-laki sambil tertawa.
Siswi kelas 3 SMP di Bone menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh rekan sekolahnya hingga meninggal.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada akhir bulan Januari 2023 lalu. Korban diduga mengalami kerasan seksual yang diduga dilakukan oleh teman dekat korban.
Korban menyebut nama satu terduga
Dari informasi yang didapatkan, keluarga korban tidak mengetahui apa yang dialami oleh anaknya, namun J mengalami demam tinggi dan merasa sakit pada kemaluannya.
Karena penasaran, keluarga pun menanyakan kepada korban, namun J enggan untuk berbicara. Seperti merasa ketakutan jika ditanyakan mengenai sakit yang ia derita.
Namun, korban sempat menyebut nama terduga pelaku inisial AM. Sayangnya J tidak menjelaskan mengenai perbuatan terduga pelaku terhadap dirinya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




