Luwu Utara, jejakfakta- Banjir melumpuhkan aktivitas warga sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Puluhah rumah rusak dan ada hanyut terbawa arus.
Pantauan Senin (13/3/2023), banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga satu meter menerjang tiga desa di Kecamatan Malangke Barat dan Kecamatan Baebunta Selatan.

Tiga desa dimaksud: Desa Cenning dan Desa Kalitata di Kecamatan Malangke Barat dan Desa Lembang-Lembang di Kecamatan Baebunta Selatan.
Baca Juga : Niat Tulus Membantu, Perjuangan 5 Tahun Dua Guru Luwu Utara Akhirnya Berbuah Rehabilitasi dari Presiden
Sebanyak 48 rumah rusak akibat banjir dari ketiga desa. Lima rumah di antaranya roboh dan satu hanyut.
Banjir kali ini juga merendam sawah, kebun dan ratusan hektar tambak warga.
Akses jalan trans Sulawesi terendam, jalan desa putus dan warga terisolir. Juga melumpuhkan aktivitas sekolah dan rumah ibadah.
Baca Juga : Wagub Fatmawati Rusdi Tutup STQH XXIII, Pinrang Runtuhkan Dominasi Makassar
"Kami sebenarnya sudah bosan dengan kondisi ini pak. Banjir ini sudah cukup lama, tapi pemerintah kabupaten Luwu Utara, sepertinya kehabisan akal mencari solusi penanganan banjir ini," kata korban banjir, Mahmud, dikutil dari antvklik, Senin (13/3/2023).
Informasi yang dihimpun, dua kecamatan Luwu Utara tersebut sudah bertahun-tahun menjadi langganan banjir. Juga sejumlah kecamatan lainnya di Luwu Utara.
Pada Juli 2020, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin dan Guru Besar Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, memublikasikan hasil risetnya terkait banjir di Luwu Utara.
Baca Juga : Buka STQH XXIII, Gubernur Sulawesi Selatan Janjikan Hadiah Fantastis Untuk Pemenang
Adi mengungkap, banyaknya aktivitas pembukaan lahan-lahan di Luwu Utara untuk perkebunan dan permukiman yang tidak terkontrol di wilayah pegunungan atau hulu sungai menyebabkan terjadinya proses erosi yang sangat signifikan.
Akibatnya terjadi proses sedimentasi pada sungai yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan kondisi sungai secara umum terganggu.
Pembukaan lahan menyebabkan tanah menjadi rentan terhadap erosi permukaan dan menyebabkan berkurangnya vegetasi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




