Jejakfakta.com, Makassar - Polemik pemilihan RT/RW di Kota Makassar terus berlanjut. Puluhan mantan ketua RT/RW yang tergabung dalam Aliansi Eks RT/RW Bersatu Kota Makassar mendesak segera diadakan pemilu raya.
Hal itu disampaikan saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Makassar, Senin (20/3/2023) kemarin. Dalam aksinya, mereka menuntut diadakannya segera pemilu raya RT/RW dan menonaktifkan penanggung jawab (Pj) RT/RW.

Koordinator Lapangan, Yeyen mengatakan, massa eks Ketua RT/RW yang diwakili oleh kelurahan dan kecamatan masing-masing di kota Makassar ini, menuntut agar segera melaksanakan pemilu raya untuk RT/RW.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Pastikan Aspirasi Warga dari Reses DPRD Segera Ditindaklanjuti
“Tuntutan kami satu, menuntut pemerintah kota Makassar segara melaksanakan pemilu raya RT/RW. Ini sudah ke 10 kali kami aksi, terakhir kemarin bulan November namun tidak diindahkan. Jadi ini datang lagi, kami ini hadir dari perwakilan kelurahan dan kecamatan,” kata Yeyen.
Menurut Yeyen, penanggung jawab (Pj) RT/RW telah menjabat selama satu tahun lebih, yang seharusnya hanya berkisar 3 bulan. Yeyen mengaku, Wali Kota Makassar sengaja melakukan hal tersebut untuk menjadikan RT/RW sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya.
“Dengan pemilihan RT/RW diindikasi adalah cara atau alat untuk mempertahankan kekuasaan Wali kota, maka itu kami menuntut Pj di non aktifkan,” ungkapnya.
Baca Juga : Kepala Dinas PPKB Kota Makassar Hadiri Rapat Konsultasi dengan Komisi D DPRD
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Makassar dari Praksi Hanura, Muhlis Misbah, menemui massa aksi di ruang aspirasi.
Muhlis hanya bisa menampung aspirasi dan akan menyampaikan masalah ini kepada ketua DPRD Kota Makassar.
“Nanti saya akan sampaikan aspirasinya,” ujarnya.
Baca Juga : Sekda Zulkifly Siap Kawal Aspirasi Reses DPRD Makassar Masa Sidang Ketiga
Massa aksi yang hadir tidak puas dengan penjelasan anggota DPRD Makassar. Ia mengaku akan terus mengawal masalah ini hingga Wali Kota Makassar melakukan pemilu Raya RT/RW di Makassar. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




