Saudi - Indonesia juara dua lomba azan tingkat dunia di Arab Saudi lewat muazin putra daerah Aceh, Dhiyauddin.
Dhiyauddin tampil di babak final lomba azan "Otr Elkalam 2023" yang digelar badan resmi Arab Saudi, 6 April 2023.

Muazin Indonesia bersaing dengan muazin Ibrahim Asad dari Inggris, Mohammed Sharif dari Arab Saudi (tuan rumah), dan Rahif Al Hajj dari Lebanon.
Qari, hafiz dan imam berkebangsaan Kuwait, Misyari Rasyid Al-'Afasi, juga sebagai salah satu juri lomba kompetisi Alquran dan lomba azan terbesar dunia ini. Kemerduan suara azan Syekh Misyari masih menjadi favorit dunia saat ini.
Dhiyauddin mengumandangkan azan dengan berbagai irama, termasuk irama kurdi yang membuat salah seorang juri sibuk menyeka air mata.
Alhasil, Dhiyauddin merebut hati para juri. Poin Indonesia mengungguli finalis Lebanon dan Inggris.
Dhiyauddin sebagai juara dua dihadiahi trofi dan uang tunai 1 juta Riyal Saudi atau senilai Rp 3,9 miliar.

Muazin Mohammed Sharif dari Arab Saudi (tuan rumah) peraih juara 1 membawa pulang hadiah uang tunai 2 juta riyak senilai Rp 7,9 miliar.
Juara 3 Rahif Al Hajj dari Lebanon mendapatkan hadiah 500 riyal senilai Rp 1,9 miliar.
Juara 4 Ibrahim Asad dari Inggris menerima hadiah 300 ribu riyal setara Rp 1,1 miliar.
Prestasi Dhiyauddin Indonesia disiarkan ditelevisi dan media Saudi hingga menghebohkan jagat maya Indonesia.
Akun Instagram KBRI Riyadh, @indonesiainriyadh, mengunggah video yang menerangkan bahwa Dhiyauddin selama ini menjadi muazin di Malaysia.
Nazaruddin Basyah ayah Dhiyauddin mengaku tak menyangka jika putranya bisa lolos final lomba azan dunia.
"Sebelum ikut kompetisi tersebut dia pamit sama saya dan katanya hanya sekadar coba-coba mengikuti kontes itu," kata Nazaruddin Basyah dikutip dari Jurnal Aceh-PRM.
Dhiyauddin dan orang tua berasal dari Desa Meureubo, Kebupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Bravo Dhiyauddin. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




