Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI tengah menyeleksi calon imam masjid yang akan dikirim menjadi imam ke Uni Emirat Arab (UEA).
Informasi yang dihimpun, ada 518 pendaftar untuk pengiriman imam angkatan keenam ini.

Tercatat 364 di antara 518 pendaftar lolos administrasi.
Baca Juga : Gerhana Bulan Diprediksi Terjadi 29 Oktober 2023, Kemenag Ajak Umat Salat Khusuf
Lalu, hasil tes CAT (Computer Assisted Test) sebanyak 115 lolos. Mereka akan diwawancarai langsung ulama UEA.
Kemenag RI berharap makin banyak imam terpilih untuk menyusul 70 imam yang sekarang ini bertugas sebagai imam di UEA.

Baca Juga : Jelang Mendarat ke Bulan, Pesawat Hakuto-R Jepang Hilang Kontak, Angkut Robot Arab
Melansir dari Antara, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin, mengatakan, program kerja sama RI-UEA ini menargetkan total 200 imam hingga 2024.
Imam Indonesia yang diberangkatkan merupakan duta-duta bangsa yang membawa budaya Nusantara dan paham Islam wasathiyah.
Mengingat keberhasilan pengiriman imam masjid ke UEA, Kemenag mencetuskan sertifikasi imam masjid di Indonesia. Dengan sertifikasi, imam-imam terbaik akan mengisi dan menghidupkan masjid-masjid di Tanah Air yang jumlahnya mencapai 800 ribu.
Baca Juga : Besok Gerhana Matahari Bertepatan 29 Ramadan 1444 H: Cara Salat Gerhana dan Hukumnya
"Jika kita bisa menyeleksi dan mengirimkan imam terbaik ke UEA, kenapa tidak kita juga memperbaiki kualitas imam di masjid-masjid Indonesia. Ke depanimam masjid di Indonesia hafalannya baik, suaranya merdu, terampil mengembangkan masjid, dan sebagainya," kata Kamaruddin, Senin (22/5/2023).
Kemenag juga tengah mengkaji masalah honorarium imam masjid. Langkah tersebut dilakukan demi menyejahterakan imam-imam masjid di Indonesia.
"Kami sedang menyusun regulasi terkait honorarium imam. Kita harus melayakkan dan mensejahterakan imam-imam di masjid kita. Mudah-mudahan draf regulasi segera mendapat persetujuan pihak terkait," kata Kamaruddin. (JF/Antara/Republika).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




