Jumat, 26 Mei 2023 15:16

Besok Posisi Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Ini Panduan Cocokkan Arah Kiblat

Ketika posisi matahari tepat di atas Ka'bah. (Ummid).
Ketika posisi matahari tepat di atas Ka'bah. (Ummid).

Kiai Sirril menjelaskan bahwa momen ini menjadi sarana untuk memberikan keyakinan akan ketepatan arah kiblat bagi umat Islam yang masih ragu apakah kiblatnya sudah tepat mengarah ke Ka'bah.

Jakarta - Umat Islam diimbau untuk memastikan akurasi arah kiblat, mulai besok. Pasalnya, posisi matahari akan tepat berada di atas Ka'bah pada Sabtu (27/5/2023) dan Ahad (28/5/2023) tepat saat tiba zuhur waktu Makkah. Tersebab itu, semua bayangan benda yang terkena sinar matahari pada saat itu akan tepat mengarah Ka'bah. 

Melansir dari NU Online, Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH Sirril Wafa menyampaikan bahwa peristiwa dengan istilah Rashdul Qiblat atau Istiwa A'dham ini penting bagi umat Islam untuk memastikan arah kiblat di rumah, mushala, ataupun masjid tempat mereka melaksanakan salat tepat mengarah ke Ka'bah.

"Untuk memastikan pengecekan akurasi arah kiblat bagi masjid-masjid dan mushala-mushala. Demikian pula bagi rumah tempat tinggal," kata KH Sirril Wafa, Jumat (26/5/2023).

Baca Juga : Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini hingga Dini Hari, LF PBNU: Tidak Jadi Dasar Salat Gerhana

Kiai Sirril menjelaskan bahwa momen ini menjadi sarana untuk memberikan keyakinan akan ketepatan arah kiblat bagi umat Islam yang masih ragu apakah kiblatnya sudah tepat mengarah ke Ka'bah.

"Ini adalah peristiwa yang berulang tiap tahun. Bagi yang masih merasa ragu arah kiblatnya di masing-masing tempatnya, saatnya untuk memanfaatkan cek akurasi arah kiblat yang paling mudah bagi masyarakat dan bisa serentak saat Matahari di Mekkah mengalami istiwa', dan di wilayah lain tinggal menyesuaikan waktu daerahnya," katanya.

Kiai Sirril menekankan bahwa ketepatan waktu dalam pengecekan arah kiblat pada peristiwa Rashdul Qiblat atau Istiwa A'dham ini menjadi kunci ketepatan arahnya.

"Hanya saja yang perlu ditekankan adalah jamnya harus dikalibrasi atau disetel sesuai pedoman tanda waktu yang tepat. Untuk itu, bisa memanfaatkan dengan petunjuk tanda waktu dari situs BMKG. Atau kalau masa sekarang dengan menggunakan jam di HP yang terhubung dengan jam internet, sudah dirasa memadai," ujar Kiai Sirril, dosen ilmu falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kesesuaian waktu di Indonesia yaitu jatuh pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Wilayah Indonesia bagian timur tidak dapat menyaksikan peristiwa tersebut. Sebab, saat waktu Rashdul Qiblat atau Istiwa' A'dham terjadi, matahari di wilayah Indonesia bagian timur sudah terbenam.

Untuk memastikan arah kiblat melalui peristiwa Rashdul Qiblat, cukup posisikan sebuah benda secara vertikal sehingga tegak lurus dengan permukaan air setempat di waktu 16.18 WIB atau 17.18 WITA.

Dalam praktiknya, dapat digunakan sebuah bandul atau pendulum yang cukup berat dengan tali yang kukuh sehingga stabil saat terkena getaran atau hembusan angin. Bayangan benda dari hasil timpaan cahaya matahari itulah arah kiblat yang sesungguhnya.(*)

Sumber NU Online | Pewarta: Syakir NF

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) #KH Sirril Wafa #posisi matahari tepat di atas Ka'bah #Rashdul Qiblat #Istiwa A'dham #arah kiblat
Youtube Jejakfakta.com