Jejakfakta.com, Gowa - Seorang pria paru baya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan meninggal dunia yang diduga akibat gigitan anjing liar.
Pria tersebut bernama Japaruddin (50) warga Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Dirinya digigit anjing pada tanggal 31 Mei 2023 lalu.

Menurut istri Almarhum, Bahisa, korban diduga digigit anjing liar pada saat tengah melakukan pekerjaan rumah.
Baca Juga : Mahasiswi Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus, Polisi Lakukan Penyelidikan
"Dia bilang sudah digigit anjing. Dia digigit anjing pada saat kerja dinding tidak pernah dilihat itu anjing. Digigit kakinya sebelah kiri sudah digigit langsung lari itu anjing," ujarnya, Senin (26/6/2023).
Akibat dari gigitan tersebut, kata Bahisa, korban mendapat sebanyak 7 jahitan pada lukanya akibat gigitan anjing liar.
"Lukanya sedikit, cuman sudah dijahit 7 jahitan," katanya.
Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan
Pasca kejadian, Bahisa tidak menaruh curiga dampak yang terjadi pada korban. Namun, korban dilihatnya sering buang air kecil dan takut kena air.
"Tidak ada (gejala) tidak panas tapi sering buang air kecil hari senin itu. Tapi dia tidak mau kena air," jelasnya.
"Tidak adaji reaksi (setelah digigit anjing) atau keliatan di badannya setelah digigit. Kayak normal ji," sambungnya.
Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati
Namun, Pasca kejadian tersebut, penyakit yang dirasakan korban masih terasa, sehingga korban bersama keluarganya berinisiatif untuk melakukan perawatan medis di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto pada 20 Juni 2023 lalu.
"Sempat dibawa dan menjalani perawatan medis sehari di Rumah Sakit (Lanto Dg Pasewang Jeneponto), lalu pada saat perjalanan pulang meninggal dunia," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Taring, Abdul Azis mengatakan, akan mengoordinasikan terkait masalah tersebut yang diduga menjadi korban meninggal usai mendapat gigitan anjing.
"Saya berharap pemerintah daerah serius menangani masalah ini supaya yang dikhawatirkan tidak ada lagi korban dan mengambil kebijakan sehingga masyarakat saya bisa aman tentang persoalan yang baru terjadi ini. Selaku pemerintah untuk menyikapi masalah ini agar masyarakat tidak terancam dipersoalan ini," jelasnya.
Menurutnya, di wilayahnya hampir semua pemilik rumah punya peliharaan anjing.
"Populasi anjing di sini banyak, karena boleh di kata di sini setiap rumah banyak yang pelihara anjing," tuturnya
Baca Juga : Perkuat Kapasitas HAM, Sitti Husniah Talenrang Dorong Gowa Jadi Kabupaten Ramah dan Inklusif
Peristiwa tersebut dibuatnya terasa kaget, pasalnya belum ada kejadian sebelumnya yang mengatasnamakan gigitan anjing.
Dalam waktu dekat ini, dalam menyikapi hal tersebut, pihaknya bersama aparat setempat akan melakukan sosialisasi terkait pengamanan anjing tersebut.
"Terkait pemantauan setiap rumah yang pelihara anjing; mungkin agak sulit karena kita juga belum pernah lakukan karantina anjing karena ini baru ada kejadian," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




