Jejakfakta.com, Gowa - Warga yang menjalani perawatan dan uji sampel di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa yang diduga keracunan makanan sudah dipulangkan. Satu pasien menjalani perawatan.
Hal itu sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Abdul Haris saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/2023). Hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi pasien saat menghadiri pesta pernikahan belum diumumkan.

"Belum keluar hasil lab-nya. Sisa satu orang pasien yang (masih) dirawat di RS Syekh Yusuf," kata Abd Haris kepada jejakfakta saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/2023)
Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati
Sebelumnya diberitakan, 32 pasien tersebut dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf Jl DR Wahidin Sudirohusodo, Gowa, lantaran diduga mengalami keracunan makanan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Suryadi mengatakan, sebanyak 32 orang yang terdata sejak kemarin malam.
"Iye saat ini (kemarin) yang terdata 32 orang," ujar Suryadi, Selasa (18/7/2023).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pasien, kata dr Suryadi, keluhan pasien rata-rata mengalami penyakit yang sama. Mereka muntah-muntah dan diare.
"Rerata keluhannya muntah-muntah, diare dan sakit perut. Rata-rata mengaku dari pesta dan respon yang kita lihat, makannya di siang hari dan keluhan 3 sampai 4 jam setelahnya," ujarnya.
Untuk sementara tim dokter bersama Dinas Kesehatan Gowa mengambil sampel makanan untuk diperiksa.
Baca Juga : Perkuat Kapasitas HAM, Sitti Husniah Talenrang Dorong Gowa Jadi Kabupaten Ramah dan Inklusif
"Sementara dikumpulkan datanya oleh Tim Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel makanan," jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian juga tengah melakukan menyelidikan terkait dugaan keracunan makanan di perta perkawinan.
"Sementara lidik penyebab keracunan," singkat Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/7/2023).
Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Dikatakan, pihaknya akan melakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap makanan yang disajikan di pesta pernikahan.
"Kita akan uji Labfor (terkait makanan yang dikonsumsi korban). Beberapa sample (makanan diambil)," jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




