Jejakfakta.com, Makassar - Ruang Kolaborasi Perempuan bekerja sama dengan Universitas Ciputra, OJK Sulampua dan Bank Indonesia Sulsel menggelar kegiatan pelatihan inklusi keuangan digital untuk perempuan. Acara yang didukung oleh U.S. Embassy Jakarta dan YSEALI (Young Southeast Asian Leadership) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengelola keuangan dan mengakses produk dan layanan keuangan dengan aman dan tepat.
Acara ini digelar di Universitas Ciputra Makassar, Senin (28/08/2023) dan dihadiri oleh kelompok perempuan prasejahtera, ibu rumah tangga, mahasiswi dan akademisi.

Muthmainnah Bahri, alumni dari program YSEALI Professional Fellowship mengawali pelatihan dengan pemaparan tentang berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses layanan keuangan.
Baca Juga : Pemkab Lutim Paparkan ETPD pada High Level Meeting TPID dan TP2DD

“Perempuan utamanya dari kelompok prasejahtera seringkali kesulitan dalam memanfaatkan layanan keuangan karena rendahnya literasi keuangan, akses yang terbatas terhadap layanan keuangan dan rendahnya pengetahuan digitalisasi," ungkapnya.
Dia menambahkan perlunya kesiapan digital bagi perempuan untuk dapat mengakses berbagai layanan keuangan yang tersedia.
Sejalan dengan hal tersebut, Cindy Yoel Tanesia, dosen dan PIC Teaching Innovation Center dari STIE Ciputra Makassar turut memaparkan tentang pentingnya membuat perencanaan dalam mengelola keuangan.
Baca Juga : Lutim Borong Dua Penghargaan dari Bank Indonesia, Bukti Digitalisasi Kian Mantap
“Tiap orang harus merencanakan keuangan sehari-hari. Sangat penting untuk menyusun anggaran. Jangan sampai kita tidak tau kemana uang kita pergi. Catat pemasukan dan pengeluaran secara konsisten, dimulai dari hal kecil,” ujarnya.
Cindy juga menjelaskan tentang langkah mengelola keuangan dengan mudah dimulai dari membuat anggaran pribadi sampai perlunya menyediakan dana darurat.
“Buatlah perencanaan sesuai kebutuhan dan pisahkan dalam beberapa bagian seperti idealnya 30% untuk kebutuhan hidup, 25% investasi, 20% sosialisasi, 10% liburan, dan 15% untuk pengembangan diri. Jika punya utang, lunasi segera. Mulailah dari yang nilainya kecil dan sebisa mungkin jangan ditambah lagi. Jangan lupa dana darurat. Jika belum menikah 6 kali pengeluaran, jika sudah menikah dan punya anak, maka siapkan 12 kali pengeluaran bulanan,” jelasnya.
Mengelola keuangan tentu tidak terlepas dari akses layanan dan produk keuangan. Dalam kegiatan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberi pemahaman tentang pentingnya masyarakat mengakses dan memilih layanan dan produk keuangan yang legal dan terdaftar di OJK
“Saat ini ada banyak akses pinjaman yang ditawarkan oleh layanan jasa keuangan utamanya pinjaman online. Memang memudahkan masyarakat dari pada meminjam ke rentenir. Namun, kita perlu mengecek terlebih dahulu apakah perusahaannya memang benar terdaftar di OJK. Untuk tahu apakah aman, itu bisa dicek melalui kontak resmi OJK di nomor whatsapp 081157157”, ungkap Normasita, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 6 Sulampua.
Normasita juga menjelaskan tentang tugas dan fungsi OJK dalam menjamin keamanan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. OJK memiliki tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan perbankan, industri keuangan non bank dan pasar modal serta melindungi kepentingan masyarakat dan konsumen.
Baca Juga : Bank Sulselbar Raih Penghargaan Platinum “Best Acquiring Bank – ATM” di PRIMA Awards 2025
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula I Putu Khrisnayudi, Asisten Manager Bank Indonesia Prov Sulsel. Dia menjelaskan tentang pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran online.
“QRIS adalah metode pembayaran digital masa kini. Transaksi cepat, tercatat dan langsung masuk rekening sehingga aman dan bebas dari resiko pencurian dan uang palsu. Tidak hanya bisa digunakan untuk transaksi belanja saja, tapi juga untuk donasi/ amal, retribusi, iuran koperasi, dan keanggotaan lainnya," terangnya.
Melihat banyaknya kemudahan yang diberikan dari penggunaan QRIS, masyarakat diharapkan bisa beralih dari metode pembayaran konvensional menjadi pembayaran digital yang efektif dan efesien. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




