Jejakfakta, Makassar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulsel menanggapi terkait ketidakhadiran Andi Sudirman Sulaiman pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke III PDIP Sulsel. PDIP menganggap Gubernur Sulsel tersebut bukan hanya simpatisan.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona mengatakan, bahwa agenda Rakerda tersebut merupakan agenda kader PDI perjuangan untuk membahas strategi kemenangan.

“Acara Rakerda itu khusus untuk kader PDIP saja, karena banyak hal yang dibicarakan di situ. Di strategi pemenangan tentunya orang luar tidak bisa mendengarkan,” kata Ansyari kepada jejakfakta.com, Kamis (31/8/2023)
Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
Andi Sudirman Sulaiman saat maju mendampingi Nurdin Abdullah diusung PDI Perjuangan bersama PAN dan PKS pada Pilgub 2018 lalu.
"Pada saat pemilihan Gubernur kan PDI Perjuangan berada di garis depan memenangkan pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman," katanya.
Namun Ansyari menuturkan pada saat pengusungan Gubernur Andi Sudirman tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) melainkan hanya sebagai simpatisan PDI Perjungan.
Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional
“Memang bukan kader, tapi pada saat pemilihan Gubernur itu di usung oleh PDIP. Jadi dia simpatisan PDIP. Dia tidak punya KTA, tapi (hanya) simpatisan ke PDI Perjuangan,” bebernya.
Menurut Ansyari, Andi Sudirman saat ini posisinya sebagai pembina politik disetiap daerah dan tidak bisa dikaitkan dengan partai politik mana pun.
“Sebagai Gubernur inikan posisinya semua partai, karena kan dia sebagai pembina politik di daerah. Jadi dia bukan orang partai,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




