Kamis, 07 September 2023 01:29

Saiful Jihad: Perguruan Tinggi Punya Ruang untuk 'Uji' Caleg dan Calon Kepala Daerah

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad saat membawakan materi  Campus Talk Bawaslu yang digelar di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, Rabu (6/9/2023). @Jejakfakta/dok. Bawaslu
Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad saat membawakan materi Campus Talk Bawaslu yang digelar di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, Rabu (6/9/2023). @Jejakfakta/dok. Bawaslu

Saiful Jihad juga mengedukasi mahasiswa terkait praktek politik uang. Menurutnya, dampaknya praktek politik uang bagi proses pemilu sangat bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jejakfakta.com, Makassar - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel Saiful Jihad mengungkapkan ada ruang bagi perguruan tinggi untuk melakukan "pengujian" visi misi dan program terhadap setiap calon yang akan berkontestasi pada pemilihan serentak tahun 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Saiful Jihad saat merespon sejumlah pertanyaan yang diajukan peserta Campus Talk Bawaslu yang digelar di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, dalam keterangan persnya, Rabu (6/9/2023).

"Ada ruang bagi teman-teman kampus, perguruan tinggi untuk melakukan itu. Saya sudah lihat draft PKPU-nya, itu yang dimaksud fasilitas pendidikan hanya untuk kampus, tidak sampai ke sekolah apalagi SD," kata Saiful Jihad.

Baca Juga : Bawaslu Parepare Gelar Ngabuburit Pengawasan dan Teken MoU Pendidikan Demokrasi Bersama PT Tinta Hijau Bersahaja

Saiful mengatakan tentu ada banyak pihak yang ingin diskusi di kampus. Kampus tentu juga ingin mengundang calon untuk menggali keinginannya (visi-misi programnya) dengan lebih banyak perspektif.

"Calon-calon yang maju itu biarlah diuji di kampus, dipanggil masuk diskusi. Dengan begitu perspektifnya lebih terasah dan bagi calon sendiri tentu akan banyak mendapatkan masukan dari orang-orang kampus," kata Saiful Jihad.

Meski begitu, Saiful Jihad mengungkapkan pelaksanaannya tetap harus diawasi agar mengikuti keputusan perundang-undangan yang disepakati.

Baca Juga : Ngabuburit Pengawasan Bawaslu, Mardiana Rusli Tekankan Eksistensi dan Integritas Kelembagaan di Masa Non Tahapan

"Tentu syaratnya tidak menggunakan atribut sesuai keputusan MK. Memakai atribut saja tidak boleh, apalagi sampai mengajak orang untuk memilih dia," jelas Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel ini.

Pada kegiatan tersebut, Saiful Jihad juga mengedukasi mahasiswa terkait praktek politik uang. Menurutnya, dampaknya praktek politik uang bagi proses pemilu sangat bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Siapa yang paling terdampak dengan praktek politik uang? Pemimpin yang terpilih bisa jadi bukan yang terbaik, bisa jadi orang yang tidak berintegritas, tapi punya calon yang punya banyak uang. Dampaknya tentu ke kita, masyarakat, rakyat Indonesia, fasilitas dasar jalan dan lain sebagainya tentu yang rasakan kita semua," katanya.

Baca Juga : Pilkada Langsung atau Lewat DPR? Ketua Bawaslu Sulsel Bongkar Risiko Politik Transaksional hingga Kedaulatan Rakyat

Sebelumnya, Bawaslu Sulsel juga telah melakukan kegiatan serupa dengan mengunjungi dan berdiskusi dengan calon pemilih pemula di sejumlah sekolah yang ada di Gowa-Makassar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bawaslu Sulsel #Saiful Jihad #Perguruan Tinggi #visi misi #Campus Talk Bawaslu #Politik Uang
Youtube Jejakfakta.com