Jejakfakta.com, Gowa - Rencana pembongkaran Patung Massa yang terletak di pertigaan Jl Abdul Mutalib Dg Narang - Jalan Kacong Dg Lalang - Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat penolakan dari warga setempat.
Baru-baru ini, aksi penolakan tersebut viral di berbagai media sosial. Dalam rekaman video memperlihatkan sejumlah warga menolak keras pembongkaran tersebut.

Terlihat mobil alat berat yang akan digunakan membongkar. Namun tidak beroperasi karena mendapat penolakan keras dari warga.
Baca Juga : Bawaslu Gowa Temukan 8 Data TMS, Ada Pemilih Meninggal dan Beralih Status Jadi TNI/Polri

Mursalim salah satu warga setempat mengatakan, patung massa punya nilai historis sendiri dan serta simbol bagi masyarakat setempat di sini.
"Warga tidak setuju akan pembongkaran ini karena patung massa mempunyai nilai historis, kedua menjadi simbol masyarakat di sini. Jadi simbol sangat positif," kata Mursalim, saat ditemui wartawan, Kamis (7/8/2023).
Ditegaskan, patung massa yang dibangun sejak tahun 1992 lalu, itu telah dijadikan sebagai ikon warga setempat.
Baca Juga : Bupati Gowa Tegaskan Peran Satpol PP Jaga Ketertiban dan Aset Daerah
"Jadi alasan penolakan kita karena ada nilai sejarah, budaya, simbol, lokasi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Somba Opu, Agus Salim mengatakan, alasan pembongkaran tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas.
"Di situ kan sering macet, jadi untuk menguraikan kemacetan maka itu harus dihilangkan," katanya.
Baca Juga : Safari Subuh Kamtibmas, Kapolresta dan Wabup Gowa Ajak Warga Perkuat Silaturahmi
Pembongkaran tersebut, kata Agus, itu telah mendapat persetujuan dari Bupati Gowa agar dilakukan pembongkaran.
"Jadi ini arahan dari pemerintah, pak Bupati untuk merobohkan," ujarnya.
Karena mendapat penolakan dari warga setempat. Saat ini pihaknya masih tengah menunggu petunjuk dari Pemerintah Daerah.
Baca Juga : Resmikan TK Mutiara Usman, Bupati Gowa Dorong Peningkatan SDM Sejak Usia Dini
"Untuk saat ini saya masih menunggu petunjuk dari pak Bupati," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



