Maroko - Korban meninggal dunia akibat gempa M6,8 Maroko Jumat (8/9/23) bertambah jadi 2.800 lebih.
Stasiun televisi pemerintah Maroko melaporkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 2.862 orang dan 2.562 orang terluka.

Reuters, Selasa (12/9/23), memberitakan, saat tim penyelamat mengebut pencarian dan penyelamatan korban di balik reruntuhan gempa.
Baca Juga : Darah Raja untuk Korban Gempa Maroko
Tim pencari dari Spanyol, Inggris dan Qatar bergabung dalam upaya penyelamatan Maroko setelah gempa berkekuatan 6,8 skala Richter terjadi pada Jumat malam di Pegunungan High Atlas, dengan pusat gempa 72 km (45 mil) barat daya Marrakesh.
Tim evakuasi mengatakan, rumah-rumah hancur di daerah tersebut kebanyakan terbuat dari bata lumpur tradisional dan kondisi ini menyulitkan penyelamatan karena rumah-rumah tersebut telah hancur.
Menurut laporan, proses penyelamatan korban pada hari Senin kemarin hingga detik ini berjalan cepat. Sebab, tim bantuan dari berbagai negara telah masuk ke titik-titik bencana. Berbeda pada hari sebelumnya, Sabtu-Ahad, yang diklaim lamban.
Baca Juga : Libya Sepilu Maroko, Ribuan Mayat Ditemukan Lagi di Derna
Bantuan makanan dan berbagai kebutuhan juga dilaporkan sudah tiba. Helikopter militer terbang di atas daerah dekat pusat gempa, menjatuhkan karung-karung perbekalan penting kepada korban yang terisolasi.
Karena sebagian besar zona gempa berada di daerah yang sulit dijangkau, pihak berwenang belum mengeluarkan perkiraan jumlah orang hilang.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Ahad (10/9/23), juru bicara pemerintah Maroko, Mustapha Baytas, mengatakan, Kerajaan Maroko melakukan berbagai upaya untuk penanganan dampak gempa.
Baca Juga : Pilu Maroko, Bantuan Lambat, Korban Tewas Bertambah Jadi 2.122
Senin (11/9/23) malam waktu setempat, jalan utama yang menghubungkan Pegunungan Atlas Tinggi ke Marrakesh macet akibat
banyaknya kendaraan alat berat dan sukarelawan yang membawa pasokan bantuan menuju ke berbagai lokasi yang paling terkena dampak gempa dan ke daerah-daerah terpencil di pegunungan tersebut. (Reuters/Arab News).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




