Jumat, 15 September 2023 06:54

Banjir Libya

Derna Bejibun Lara, Wali Kota Duga 18.000 - 20.000 Korban Tewas

Hassan El Salheen, menangis setelah menguburkan jenazah putranya, Aly, yang dipulangkan, yang meninggal bersama tiga sepupunya di Libya setelah Badai Daniel melanda negara itu, di desa Al Sharief di provinsi Bani Swief, Mesir. (Sumber: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany).
Hassan El Salheen, menangis setelah menguburkan jenazah putranya, Aly, yang dipulangkan, yang meninggal bersama tiga sepupunya di Libya setelah Badai Daniel melanda negara itu, di desa Al Sharief di provinsi Bani Swief, Mesir. (Sumber: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany).

“Saya khawatir kota ini akan tertular epidemi karena banyaknya jenazah yang tertimbun reruntuhan dan di dalam air," kata Abdulmenam.

Derna - Korban selamat dari banjir yang menyapu pusat kota Derna, Libya timur, terus mencari keluarga mereka di antara ribuan korban tewas dan korban hilang, Kamis (14/9/2023). Sementara pihak berwenang khawatir akan terjadi wabah penyakit, penyakit dari jasad korban yang membusuk. 

Arus deras Sungai Wadi yang ditimbulkan oleh badai dahsyat, badai Daniel, menghancurkan dinding bendungan pada Ahad (10/9/2023) malam. Arusnya menderas ke sepanjang sungai yang membelah kota Derna menuju ke laut. Gedung-gedung dan orang-orang di dalamnya yang sedang tidur, hanyut tersapu ke laut.

Gambar dari kota pesisir Derna di Libya setelah badai dahsyat merobohkan bendungan pada Ahad (10/9/2023) malam. Banjir bandang menghanyutkan gedung-gedung bertingkat ke laut dan orang-orang yang tertidur di dalamnya. Ribuan orang tewas dan korban hilang.(Sumber: Reuters)

Melansir dari Reuters Kamis (14/9/2023), jumlah korban tewas yang terkonfirmasi yang diberikan oleh para pejabat bervariasi, semuanya mencapai ribuan, dan ribuan lainnya masuk dalam daftar orang hilang. 

Baca Juga : Wajah Murung Derna

Wali Kota Derna, Abdulmenam al-Ghaithi, mengatakan, kematian di kota itu bisa mencapai 18.000-20.000 orang, berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi. 

“Kami sebenarnya membutuhkan tim yang khusus menangani jenazah,” kata Abdulmenam al-Ghaithi yang diwawancarai oleh Reuters di Derna. 

“Saya khawatir kota ini akan tertular epidemi karena banyaknya jenazah yang tertimbun reruntuhan dan di dalam air," kata Abdulmenam menambahkan.

Baca Juga : Libya Sepilu Maroko, Ribuan Mayat Ditemukan Lagi di Derna

Pihak Organisasi Meteorologi Dunia, mengatakan, banyaknya korban tewas dapat dihindari jika Libya – negara yang gagal selama lebih dari satu dekade – memiliki badan cuaca yang berfungsi. 

“Jika layanan meteorologi mereka beroperasi secara normal, mereka bisa saja mengeluarkan peringatan,” kata Sekretaris Jenderal World Meteorological Organization (WMO) Petteri Taalashe di Jenewa. 

“Otoritas manajemen darurat akan mampu melakukan evakuasi terhadap masyarakat. Dan kita bisa menghindari sebagian besar korban jiwa," ujarnya.


Usama Al Husadi, seorang pengemudi berusia 52 tahun, sedang mencari istri dan lima anaknya sejak bencana tersebut. 

“Saya berjalan kaki mencari mereka… Saya pergi ke semua rumah sakit dan sekolah tetapi tidak berhasil,” katanya kepada Reuters sambil menangis dengan kepala di tangan. 

Husadi, yang sedang bekerja pada malam badai itu, menghubungi nomor telepon istrinya sekali lagi. Itu dimatikan. 

“Kami kehilangan sedikitnya 50 anggota keluarga ayah saya, antara hilang dan meninggal,” katanya.

Wali Eddin Mohamed Adam (24), seorang pekerja pabrik batu bata asal Sudan yang tinggal di pinggiran Derna, terbangun karena semburan air pada malam terjadinya badai dan bergegas ke pusat kota dan mendapati air sudah hilang. Sembilan rekan kerjanya hilang, dan sekitar 15 lainnya kehilangan keluarga, katanya. 

“Semuanya tersapu lembah hingga ke laut,” ujarnya. “Semoga Tuhan mengampuni mereka dan menganugerahkan surga kepada mereka.”

Bantuan Internasional

Tim tanggap darurat sudah tiba ke Libya dari Mesir, Tunisia, Uni Emirat Arab, Turki dan Qatar. Di antara negara pengirim bantuan, Turki mengirimkan kapal yang membawa peralatan untuk mendirikan dua rumah sakit lapangan. 

Italia mengirimkan tiga pesawat perbekalan dan personel, serta dua kapal angkatan laut yang mengalami kesulitan bongkar muat karena pelabuhan Derna yang dipenuhi puing-puing hampir tidak dapat digunakan. 


Upaya penyelamatan terhambat oleh keretakan politik di negara berpenduduk 7 juta orang, perang yang terus-menerus terjadi, dan tidak adanya pemerintah yang dapat menjangkau secara nasional sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan Muammar Muhammad Abu Minyar Khadafi atau Gaddafi atau Muammar Khadafi pada tahun 2011.


Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang diakui secara internasional berbasis di Tripoli, Libya bagian barat. Pemerintahan paralel beroperasi di timur, di bawah kendali Tentara Nasional Libya pimpinan Khalifa Haftar yang gagal merebut Tripoli dalam pengepungan berdarah selama 14 bulan yang terjadi pada tahun 2020. Derna sangat sarat polemik, dijalankan oleh kelompok-kelompok bersenjata, termasuk ISIS, sebelum dengan mudah dibawa ke bawah kendali Haftar. 

Delegasi menteri GNU dikabarkan bakal ke Benghazi di wilayah timur pada hari Kamis untuk menunjukkan solidaritas dan membahas upaya bantuan, sebuah kejadian yang jarang terjadi sejak parlemen yang berbasis di wilayah timur tersebut menolak pemerintahan mereka tahun lalu. 

Gambar satelit menunjukkan kerusakan (foto bawah) akibat banjir yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Libya bagian timur, Derna, Ahad (10/9/23). (Foto: AP).

Pada hari Kamis (14/9/2023) terpantau dari ketinggian, terlihat jelas pusat kota Derna yang padat penduduknya kini berupa bumi berbentuk bulan sabit yang luas dan datar dengan hamparan lumpur, hanya tersisa puing-puing dan jalan yang rusak. Dasar sungai di gurun, Sungai Wadi, sudah surut kembali.

Pemandangan umum kota saat Matahari Terbit, menyusul badai dahsyat dan hujan lebat melanda negara itu, di Derna, Libya 14 September 2023. (REUTERS/Esam Omran Al-Fetori).

Di bawahnya, pantai dipenuhi pakaian, mainan, perabotan, sepatu, dan harta benda lainnya yang tersapu arus deras dari rumah-rumah. Jalanan tertutup lumpur tebal dan dipenuhi pohon-pohon tumbang serta ratusan mobil rusak, banyak yang terbalik di sisi atau atapnya. Satu mobil terjepit di balkon lantai dua gedung yang hancur. (Lihat sumber lengkap: Reuters).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Derna #Abdulmenam al-Ghaithi #badai Daniel #Tripoli #banjir bandang terjang Libya timur #Muammar Muhammad Abu Minyar Khadafi #World Meteorological Organization
Youtube Jejakfakta.com