Selasa, 10 Oktober 2023 19:27

1.000 TNI Diturunkan Ambil Peran untuk Cegah Stunting di Sulawesi Selatan

Editor : Nurdin Amir
UNICEF Indonesia bersama JENEWA didukung oleh Tanoto Foundatiom mengadakan Sosialisasi Peran TNI dalam pencegahan stunting serta Pesan Kunci Pencegahan Stunting yang dihadiri oleh jajaran Korem 141 Toddopuli secara langsung maupun online di Kodim 1409 Kabupaten Gowa, Selasa (10/10/2023). @Jejakfakta/dok. Jenewa
UNICEF Indonesia bersama JENEWA didukung oleh Tanoto Foundatiom mengadakan Sosialisasi Peran TNI dalam pencegahan stunting serta Pesan Kunci Pencegahan Stunting yang dihadiri oleh jajaran Korem 141 Toddopuli secara langsung maupun online di Kodim 1409 Kabupaten Gowa, Selasa (10/10/2023). @Jejakfakta/dok. Jenewa

TNI melaksanakan peran penggerakan dan pembinaan masyarakat untuk bersama mencegah terjadinya stunting.

Jejakfakta.com, Makassar -- UNICEF Indonesia bersama JENEWA didukung oleh Tanoto Foundatiom mengadakan Sosialisasi Peran TNI dalam pencegahan stunting serta Pesan Kunci Pencegahan Stunting yang dihadiri oleh jajaran Korem 141 Toddopuli secara langsung maupun online di Kodim 1409 Kabupaten Gowa, Selasa (10/10/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Danrem 141 Toddopuli, Kasiter 141 Toddopuli, Dandim 1409 Gowa, Tim Ahli, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BKKBN Kabupaten Gowa dan Danramil dan Babinsa.

Tercatat lebih dari 1000 jajaran TNI di bawah Korem 141 Toddopuli hadir di Kodim masing-masing. hadir di Kodim masing-masing.

Baca Juga : Putus Mata Rantai Kawin Anak–Stunting, Bupati Gowa Gerakkan Majelis Ta’lim hingga KUA Turun ke Desa

Kegiatan pelibatan TNI dalam percepatan menurunan stunting ini merupakan bagian dari pelaksanaan pilar yang ke-2 strategi nasional pencegahan stunting, yaitu komunikasi perubahan perilaku melalui mobilisasi dan pemberdayaan masyarakat. TNI, utamanya Babinsa, merupakan tokoh penting di tingkat desa yang mampu menggerakan masyarakat menuju perubahan perilaku.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Danrem 141 Toddopuli Bridjen TNI Budi Suharto, S.IP., M.Si via zoom, Adapun peserta pada kegiatan ini ialah Danramil dan Babinsa Se-Sulawesi Selatan secara online dan offline.

“Kami sangat mengapresiasi UNICEF, JENEWA dan Tanoto Foundation yang telah menginisiasi kegiatan ini dan tentunya kami dari satuan TNI sudah seharusnya mengambil peran dalam penanganan stunting karena persoalan stunting ini bukan hanya tugas dan tanggungjawab sektor kesehatan," ujar Danrem 141 Toddopuli, Budi Suharto, dalam keterangannya, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga : TP PKK Makassar Perkuat Fondasi Keluarga, Dari Cegah Stunting hingga Lansia Berdaya

"Namun menjadi masalah kita bersama sehingga mobilisasi lewat peran TNI juga sangat dibutuhkan. Maka dari itu kami dari satuan TNI siap mengawal pencegahan dan penanganan stunting salah satunya lewat mobilisasi masyarakat,” sambungnya.

Kegiatan sosialisasi ini diisi dengan dua materi, yang pertama tentang “Peran TNI dan Mobilisasi Sosial dalam Pencegahan Stunting”, dibawakan oleh dr. Djunaidi M Dachlan selaku Staf Ahli TGUPP Bidang Kesmas Provinsi Sulawesi Selatan.

dr. Djunaidi menyampaikan terkait penurunan stunting yang lambat. Maka dari itu, dibuat peraturan agar angka stunting turun dengan cepat.

Baca Juga : Kolaborasi PKK Gowa dan Bank Sulselbar Perkuat Pencegahan Stunting

Dalam konsep dasar percepatan penurunan stunting, kata dr. Djunaidi, setidaknya ada 5 poin diantaranya; 1) Lebih baik melakukan pencegahan; 2) Selamatkan 1000 HPK dengan menjaga Kesehatan mulai awal kehidupan sampai usia 2 tahun; 3) Reproduksi sehat; 4) Menjamin kecukupan untuk proses tumbuh kembang anak; 5) Konvergensi kecukupan untuk proses tumbuh kembang.

"Babinsa diharapkan mendorong ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara rutin dan mengikuti kelas ibu, serta mendorong orang tua balita membawa anaknya ke posyandu setiap bulan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nike Frans, MPH, selaku Nutrition Officer UNICEF Sulawesi Selatan memeparkan terkait “Pesan Kunci Utama untuk Percepatan Penurunan Stunting Di provinsi Sulawesi Selatan”. Ia menilai dalam penurunan stunting setidaknya kita menerapkan 3 perilaku kunci untuk mengurangi kebingungan masyarakat.

Baca Juga : Posyandu dan Pembinaan BKB Digelar di Tamarunang, Dukung Pencegahan Stunting Sejak Dini

Pertama, ibu hamil rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) setiap hari, makan makanan bergizi seimbang, dan rutin memeriksakan kehamilan. Pesan kedua yaitu anak usia 6-24 bulan (2 tahun) diberikan MP-ASI bergizi seimbang dan kaya protein hewani dan terus memberikan ASI hingga minimal anak berusia 2 tahun. Pesan yang ketiga adalah semua anak balita rutin dibawa ke posyandu setiap bulan untuk dipantau pertumbuhannya.

UNICEF dan JENEWA didukung Tanoto Foundation telah mendukung pendekatan komunikasi perubahan perilaku untuk pencegahan stunting. Salah satu pesan penting yang perlu disampaikan ke seluruh masyarakat adakah pentingnya memberikan makanan tinggi protein hewani kepada anak balita.

“Sulsel kaya akan hasil ikan air tawar dan air laut, kita perlu manfaatkan protein hewani ini untuk pencegahan stunting anak-anak kita," kata Nike.

Baca Juga : Irwan Bangsawan Hadiri Rapat Koordinasi Data Stunting di Kelurahan Maricaya Baru

Harapan kedepannya, TNI melaksanakan peran penggerakan dan pembinaan masyarakat untuk bersama mencegah terjadinya stunting. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#UNICEF Indonesia #Jenewa #pencegahan stunting #peran TNI
Youtube Jejakfakta.com