Jejakfakta.com, Sidrap -- Seorang santri berinisial RY (15) ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu, di Kabupaten Sidrap. Diduga korban mengalami tekanan mental.
“Korban gantung diri di dalam kamar mandi," ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Muhalis Haeruddin saat di konfirmasi, Selasa (31/10/2023).

Sebelum ditemukan, kata AKP Muhlis korban yang merupakan santri kelas IX telah melakukan penganiayaan terhadap rekannya dan telah didamaikan oleh pihak Pondok Pesantren.
Baca Juga : Peringati Hari Santri 2025, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Santri Bangun Peradaban
“Korban bersama beberapa temannya sempat melakukan penganiayaan terhadap lelaki SU dan KA, di Ponpes PPUW, kedua belah pihak didamaikan oleh Mahkamah Pondok Pesantren,” bebernya.
Setelah itu, sekitar pukul 20.00 wita, korban dan rekannya kembali ke kamar masing-masing, korban juga sempat menulis pesan dalam sebuah surat yang berisikan korban mau bunuh diri, namun ia minta di buka keesokan harinya.
Korban juga berpesan kepada temannya YA, untuk memberitahu temannya yang lain agar tidak mencari keberadaannya. Namun, YA merasa kawatir atas pesan korban, sehingga YA memanggil AR untuk mencari korban, sayangnya tidak ditemukan.
Baca Juga : Bank Sulselbar Buka 1.100 Rekening Simpel iB untuk Santri di HIM 2025 Bone
Keesokan harinya, pada hari Senin (30/10/2023), sekitar pukul 06.00 wita, teman korban hendak buang air kecil dan menemukan FI sedang mengetuk pintu kamar mandi yang dalam keadaan terkunci dari dalam.
Rekan korban pun mendobrak pintu kamar mandi, menemukan korban telah terbujur kaku. Atas insiden itu, saksi langsung melaporkan kejadian ini kepada guru pondok pesantren tersebut.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan Visum dan akan diserahkan kepada pihak kelurahan korban untuk dimakamkan pada Senin 30 Oktober 2023 kemarin.
Baca Juga : Bulan Literasi Keuangan Bank Sulselbar Disambut Antusias di Barru, Libatkan UMKM hingga Santri
Dari hasil penyelidikan, kata AKP Muhlis bahwa tidak ditemukan tindakan kekerasan terhadap korban sehingga disimpulkan murni bunuh diri.
“Keterangan para saksi - saksi dan alat bukti yang ada bahwa santri inisial RY (15) di temukan meninggal dunia di dalam WC, tidak ada unsur kekerasan melainkan murni dengan bunuh diri,” pungkasnya.
Polisi masih menyelidiki penyebab bunuh diri, diduga korban mengalami tekanan mental dan mengakhiri hidupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




