Ahad, 05 November 2023 21:23

Mansour: Israel Kalah

Detik-detik tentara sayap Hamas, Brigade al-Qassam menghancurkan tank lapis baja Israel, Markava, baru-baru ini.
Detik-detik tentara sayap Hamas, Brigade al-Qassam menghancurkan tank lapis baja Israel, Markava, baru-baru ini.

Al-Qassam kali ini, bagai pasukan gaib menurut pengakuan tentara Israel, yang tiba-tiba muncul dengan serangan mematikan lalu lenyap entah ke mana. Puluhan tank lapis baja Israel hancur akibat serangan jitu al-Qassam.

Gaza, jejakfakta - Ahmed Mansour, jurnalis terkemuka Al Jazeera, melalui akun X Jumat (3/11/2023), mengatakan, pendudukan Israel kalah perang melawan pejuang Palestina, Hamas, dalam agresi Israel ke Gaza yang berlangsung sejak Sabtu 7 Oktober 2023 hingga saat ini.

"Israel kalah dalam segala aspek militer dan politik internal dan eksternal, bahkan di antara sekutunya [Amerika Serikat]. Ini merupakan kekalahan bersejarah bagi tentara Israel dan pemerintah kolonial. Biden [Presiden AS], Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanannya, mengonfirmasi selama pembicaraan pribadi dengan Israel tentang kurangnya dukungan untuk Israel," tulis jurnalis senior asal kota Samanud Mesir tersebut.

Postingan di akun X Ahmed Mansour.

Baca Juga : DMI Salurkan Makanan Siap Saji dan Air Bersih untuk Pengungsi Palestina di Gaza

Mansour malang melintang sebagai wartawan perang di masa mudanya. Ia pernah meliput perang di Afghanistan antara tahun 1987 dan 1990, meliput perang di Bosnia dan Herzegovina tahun 1994, dan terjun liputan ke tengah perang di Irak tahun 2004.

Militer sayap Hamas, Brigade Izz Al-Din Al-Qassam atau al-Qassam, menunjukkan perfoma pertempuran yang mencengangkan selama Operasi Badai Al-Aqsa ini. Jejak-jejak pertempuran al-Qassam terekam apik, mulai dari terowongan hingga pertempuran jarak nol dengan pasukan Israel. 

Al-Qassam kali ini, bagai pasukan gaib menurut pengakuan tentara Israel, yang tiba-tiba muncul dengan serangan mematikan lalu lenyap entah ke mana. Puluhan tank lapis baja Israel hancur akibat serangan jitu al-Qassam.

Baca Juga : Serangan Israel di Bulan Ramadhan, Pembangunan Masjid Semi Permanen di Palestina Terhenti

Detik-detik tentara sayap Hamas, Brigade al-Qassam menghancurkan tank lapis baja Israel, Markava, di  baru-baru ini.

Wall Street Journal (WSJ), Sabtu (4/11/2023), memberitakan, jumlah tentara Israel yang terbunuh di Gaza lebih banyak dibandingkan perang tahun 2014 yang juga dilancarkan pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza. Jumlah tentara Israel yang tewas selama perang Juli 2014 di Gaza yakni 42 orang. 

WSJ mengutip pengakuan pejabat yang menilai bahwa Brigade al-Qassam menunjukkan kesiapan dan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan ketika Israel menyerang Gaza pada tahun 2014 silam.

Baca Juga : Hamas Sampaikan Terima Kasih atas Peran Jusuf Kalla dalam Membantu Palestina

Sejak Brigade Al-Qassam memimpin perlawanan Palestina "Operasi Badai Al-Aqsa"  Sabtu pagi 7 Oktober 2023, menyebabkan kurang lebih 1.600 orang Israel tewas.

Juru bicara militer pendudukan Israel, Daniel Hagari, Sabtu (4/11/2023), mengumumkan, jumlah tentara dan perwira Israel yang tewas meningkat menjadi 345 orang. Angka diperoleh sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini.

Pejuang perlawanan Palestina juga menawan kurang lebih 250 warga Israel. Pejuang berbasis Gaza telah mengumumkan, mereka akan melepas tawanan jika ditukar lebih dari 6.000 tahanan Palestina di penjara pendudukan Israel.

Baca Juga : Indonesia Sambut Gencatan Senjata Gaza, Dorong Perdamaian Berkelanjutan

Hingga saat ini, pasukan Israel (IDF) terus melancarkan serangan udaranya dengan membom rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, dan masjid, serta sarana lainnya yang menewaskan lebih dari 9.500 warga Palestina, termasuk 3.900 anak-anak dan 2.509 perempuan. Agresi Israel juga melukai lebih dari 22.000 orang dan lebih 200.000 warga Gaza kehilangan tempat tinggal.

Juru Bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, dalam keterangannya baru-baru ini, mengatakan, masyarakat Palestina mengalami pemusnahan sistematis (genosida) dari musuh yang kebal terhadap hukuman internasional.

Abu Ubaida lalu menyampaikan perkembangan terkini perlawanan mujahidin, "Kami telah menghancurkan 24 kendaraan militer rezim Israel, seluruhnya atau sebagian, dalam 48 jam terakhir di medan perang."

Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Hampir Disepakati, JK: Semestinya Sudah Dilakukan Sejak Dulu Secara Permanen

Ketika tentara al-Qassam baru saja meledakkan tank lapis baja Israel Markava. Al-Qassam berbekal senjata anti-tank dan penembak-penembak jitu.

Al-Qassam mengaku sedang melawan Israel dalam perang yang tidak seimbang. Jumlah armada tempur dan pasukan Israel jauh lebih besar.

"Namun hal ini [cara perlawanan pejuang Palestina saat ini] akan dipelajari di dunia dan akan diabadikan dalam sejarah."

Pasukan dan persenjataan Israel boleh besar, tapi gerak tempur al-Qassam cs sulit dibendung dan rumit dijejaki.

"Pejuang kami terus berputar di belakang pasukan musuh dan bertarung dari jarak nol dengan pasukannya," kata Abu Ubaida.

Saat ini tengah heboh video pertempuran mujahidin Al-Qassam vs Israel di pinggiran kamp Al-Shati dan lingkungan Sheikh Radwan, Gaza. 

Terekam al-Qassam menghancurkan 10 tank lapis baja Israel, lalu menaikinya dan mengibarkan bendera Hamas. Para tentara Israel melarikan diri meninggal armada tempur tersebut. 

Pejuang Palestina mengibarkan bendera Hamas di atas armada Israel dan tank Markava hancur kena bom al-Qassam baru-baru ini di Gaza. Pasukan Israel tak sanggup membendung serangan Hamas yang kerap muncul tiba-tiba.

Di banyak tempat, pejuang Hamas melakukan hal serupa setelah mengalahkan pasukan IDF dalam serangan Israel yang hampir dua pekan ini berlangsung. 

Israel hanya bisa melakukan kejahatan perang dengan membantai warga sipil Palestina lewat serangan udara.

Menurut sumber terpercaya, Israel telah menjatuhkan 20 ribu ton bom ke Gaza sejak serangan udara Sabtu siang 7 Oktober 2023 hingga saat ini.


Berat rata-rata per unit rudal Israel yakni 1.000 Kg. Satu jet Israel saja menjatuhkan 6 rudal sekali serangan.

Sebelumnya, Anadolu Agency (AA) memublikasikan data 31 Oktober 2023 menyatakan jumlah bom Israel ke Gaza lebih 18.000 ton sejak 7 Oktober lalu. Bom Israel diklaim telah mengalahkan bom Amerika yang dijatuhkan ke Hiroshima Jepang pada Perang Dunia II.

Data Anadolu Agency (AA) 31 Oktober 2023 menunjukkan jumlah bom yang dijatuhkan Zionis Israel ke Gaza sejak serangan udara Israel 7 Oktober 2023. (Grafis: Anadolu Agency).

Kebanyakan rudal tersebut menyasar masyarakat sipil di rumah sakit, sekolah, masjid, kamp pengungsi, rumah masyaraka, dan fasilitas sipil lainnya.

Kendati Israel brutal tingkat tinggi melancarkan serangan udara, tidak berarti mampu menghentikan serangan roket Hamas ke wilayah caplokan Israel, seperti ke pusat kota Tel Aviv. Sambil Hamas menghadapi serangan darat Israel. 

Peneliti Intelijen: Zionis Israel Takut dengan Terowongan Hamas

The New York Times telah menerbitkan liputan yang mengungkap bahwa pejuang Hamas memiliki 35-40 ribu pejuang yang bermarkas di terowongan ribuan kilometer dan memiliki persediaan yang cukup untuk perang selama 4 bulan.

Seorang jenderal top Iran mengatakan pasukan Hamas sudah membangun terowongan bawah tanah sepanjang lebih dari 400 kilometer di Gaza utara.

Dia pun memperingatkan rezim Israel akan kalah memalukan jika melanjutkan perang darat di Gaza. Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, menyampaikan hal itu dalam pidatonya di konferensi pertahanan sipil di Teheran beberapa hari lalu.

“Di bagian utara Gaza, apa yang dilaporkan para pejuang (Palestina) adalah mereka telah membangun terowongan sepanjang lebih dari 400 kilometer. Kendaraan dan sepeda motor bisa melewati beberapa di antaranya,” kata Baqeri dikutip dari EurAsia Review, Selasa (31/10/2023).

Baqeri mencatat bahwa terowongan bawah tanah tersebut memiliki pintu masuk di Jalur Gaza, sementara ujung lainnya berada di belakang penghalang dan pasukan Zionis Israel.

Jenderal Baqeri menambahkan bahwa rezim Israel telah kalah baik di medan perang maupun dalam opini publik dunia.

“Jika mereka (Israel) ingin bertindak secara logis, mereka harus menerima gencatan senjata lebih awal dan mengulur waktu melalui negosiasi," katanya.

Prof Zainur Rasyid Z, mengatakan, peneliti dan intelijen Zionis Israel yakin terowongan bawah tanah Hamas unik dan sangat menantang. Para ahli terowongan memperkirakan terdapat sekitar 1.300 jaringan terowongan dengan total panjang hingga 500 km.

Beberapa terowongan ini terletak hingga 70 meter di bawah permukaan tanah. Menurut beberapa laporan, sebagian besar terowongan ini memiliki tinggi 2 meter dan lebar 2 meter.

Rezim Zionis meyakini para tahanan yang ditangkap pada 7 Oktober 2023 disembunyikan di terowongan tersebut, yang juga digunakan sebagai tempat menyimpan makanan, air, bensin, dan senjata.

Peneliti Zionis menyatakan pertempuran di terowongan itu sangat sulit karena gelap dan dingin. Bahkan penggunaan senjata pun bisa membuat terowongan menjadi berdebu dan sangat berbahaya. Karena risiko tersebut, penjajah IDF sangat takut untuk melakukan operasi darat, terutama yang melibatkan terowongan bawah tanah al Qassam.

#StandwithPalestine Menang

Situs web Amerika "Axios" melaporkan bahwa video TikTok yang menggunakan tagar #StandwithPalestine memperoleh penayangan 4 kali lebih banyak dibandingkan video yang menggunakan tagar #StandwithIsrael selama dua pekan terakhir.


Situs web tersebut mengutip data dari Pusat "Tik Tok Creators", yang membahas bagaimana perbincangan tentang perang terjadi di salah satu platform terpopuler bagi kaum muda di dunia. 

Secara global, ada 210.000 video yang menggunakan #StandwithPalestine dan 17.000 menggunakan #StandwithIsrael sejak 16 Oktober.

Website tersebut menyebutkan bahwa postingan yang menggunakan hashtag StandwithPalestine di Amerika berjumlah 8.000 postingan, sedangkan di sisi lain, tidak lebih dari 3.000 postingan yang menggunakan hashtag #StandwithIsrael selama dua pekan terakhir.

Hashtag Palestina paling populer dan tersebar luas di negara-negara seperti Malaysia, disusul Pakistan, lalu Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar, menurut data TikTok.(ile)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Brigade Izz Al-Din Al-Qassam #Abu Ubaida #serangan Israel #Hamas #Jalur Gaza #Al Qassam #Ahmed Mansour #Al Jazeera #genosida #fatwa ulama dunia #serangan darat Israel #ground attack ##StandwithPalestine
Youtube Jejakfakta.com