Gaza - Montaser Al-Sawaf, pewarta foto media berbasis Ankara Turki, Anadolu Agency, yang melaporkan peristiwa di Gaza, tewas pada Jumat (1/12/2023) akibat serangan udara Israel yang kembali dilanjutkan setelah sepekan gencatan senjata.
“Sawaf, saudaranya Mervan, dan anggota keluarga lainnya menjadi martir dalam serangan udara Israel di daerah Ed-Durc di Gaza selatan,” kata Hassan Ismameh, sepupu jurnalis tersebut, kepada Anadolu.

"Setelah terluka parah akibat serangan Israel, Al-Sawaf harus menunggu ambulans sekitar setengah jam," kata Ismameh.
Baca Juga : 281 Petugas Kesehatan di Gaza Tewas akibat Serangan Israel
Al-Sawaf akhirnya diangkut ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli dengan kendaraan pribadi setelah tidak ada tim medis yang datang.
Al-Sawaf, bersama saudara laki-lakinya dan kerabat lainnya yang tewas dalam serangan Israel, dimakamkan di pemakaman al-Batsh di kota itu.
CEO Anadolu, Serdar Karagoz, menyampaikan belasungkawa dalam sebuah pernyataan, sambil mengecam serangan Israel di Gaza yang telah membunuh 71 jurnalis.
Baca Juga : Gencatan Senjata Usai, Serangan Udara Israel Tewaskan 178 Warga di Gaza
“Di Anadolu, kami berjuang untuk memastikan keselamatan rekan-rekan kami yang menjalankan tugas mereka dalam kondisi yang sangat sulit di Gaza dengan penuh dedikasi,” kata Karagoz.
“Atas nama semua rekan kami yang kehilangan nyawa dalam serangan pemerintah Israel di Gaza, termasuk pekerja freelance lembaga kami Montaser Al-Sawaf, kami akan melanjutkan perjuangan kami agar mereka yang melakukan serangan ini dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional,” tambah dia.
Karagoz menyampaikan belasungkawanya kepada semua jurnalis yang kehilangan nyawa di Gaza, dan menyampaikan simpati kepada keluarga mereka.
Baca Juga : Brunch di New York
“Saat ini, bom yang diluncurkan pemerintah Israel ke Palestina tidak hanya menimpa anak-anak, rumah sakit, sekolah, masjid, dan gereja Palestina, tetapi juga nilai-nilai Barat, hukum internasional, hak asasi manusia, dan segala sesuatu yang mewakili kebaikan,” tutur Karagos.
“Hal ini menghancurkan nilai-nilai ini, dan komunitas internasional, yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai ini,” tambah Karagoz.
Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, militer Israel pada Jumat pagi mengumumkan bahwa mereka kembali melanjutkan serangan di Jalur Gaza seiring dengan berakhirnya jeda kemanusiaan yang telah berlangsung selama sepekan.
Baca Juga : Gencatan Senjata Israel vs Palestina Diperpanjang
Jeda tersebut dimulai pada 24 November sebagai bagian dari kesepakatan antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina Hamas untuk menghentikan sementara pertempuran guna memungkinkan pembebasan sandera dan tahanan di kedua belah pihak, serta pengiriman bantuan.
Lebih dari 15.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober. Sekitar 1.200 warga Israel juga terbunuh, menurut laporan resmi. (Sumber: Anadolu).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




