Sabtu, 30 Desember 2023 02:20

Dugaan Korupsi Smart Toilet dan South Sulawesi Creative Hub Belum Selesai, Kejari Makassar Prioritaskan di Awal 2024

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mencatat kasus dugaan korupsi Smart Toilet dan South Sulawesi Creative Hub belum selesai di tahun 2023. @Jejakfakta/Samsir
Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mencatat kasus dugaan korupsi Smart Toilet dan South Sulawesi Creative Hub belum selesai di tahun 2023. @Jejakfakta/Samsir

Korupsi proyek Smart Toilet, penyidik Kejari Makassar masih mendalami kasus tersebut.

Jejakfakta.com, Makassar -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mencatat dua kasus dugaan tindak pidana korupsi yang belum selesai penanganannya di tahun 2023. Kasus yang dimaksud adalah dugaan korupsi Smart Toilet dan South Sulawesi Creative Hub.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jejakfakta.com, proyek Smart Toilet atau toilet pintar merupakan proyek di Pemkot Makassar melalai Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk tingkatan SD dan SMP.

Sementara untuk kasus South Sulawesi Creative Hub merupakan proyek yang diusulkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel.

Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum

Penyelidikan terhadap dua kasus tersebut, ditegaskan Kasi Pidsus Kejari Makassar, Arifuddin akan segera merampungkan tahun depan.

"Tahun 2023 ini hampir tunggakkan-tunggakkan itu terselesaikan. Meskipun masih ada yang tersisa. Ada dua perkara di sini, yang pertama pembangunan SSCH dinas koperasi provinsi Sulawesi Selatan dan Smart toilet," ujar Arifuddin dalam rilis akhir tahun, Kamis (28/12/2023).

"Masih terus kami lakukan penyelidikan terkait dua perkara ini. Disamping juga mengacu terus ke perkara-perkara penyidikan yang sedang jalan," sambungnya.

Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman

Untuk kasus SSCH, kata Arifuddin, pihaknya telah melakukan pengecekan bersama ahli. Dengan demikian, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan ahli tersebut.

"Perkembangan terakhir untuk pembangunan SSCH kami sudah turun oleh ahli teknis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar bersama pihak-pihak dinas maupun pelaksana dan konsultan," ungkapnya.

"Mudah-mudahan hasil temuan yang ada di lapangan bahwa ada potensi kerugian negara sehingga itu kita akan jadikan dasar meningkatkan penyelidikan ini ke tahap penyidikan," sambungnya.

Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Sementara untuk dugaan korupsi proyek Smart Toilet, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Banyaknya sekolah yang harus diperiksa oleh pihaknya, sehingga membutuhkan beberapa waktu untuk merampungkan semuanya.

"Smart toilet kami masih terus melakukan pengembangan terkait smart toilet ini karena memang dari segi efektivitas memang smart toilet agak lambat," jelasnya.

"Kerena banyaknya sekolah yang akan kita lakukan penunjauan sehingga memang sedikit agak terlambat" sambungnya.

Baca Juga : Wali Kota dan Gubernur Bersama Forkopimda Pantau Misa Natal, Makassar Aman dan Penuh Toleransi

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan merampungkan dua kasus diatas di Tahun depan. "Tapi Insyaallah akan rampung pada awal tahun 2024," tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pidana korupsi #Smart Toilet #South Sulawesi Creative Hub #Dinas Pendidikan #Kota Makassar
Youtube Jejakfakta.com