Jejakfakta.com, Gowa -- Sebanyak 700 konten atau akun yang terindikasi menyebarkan konten hoaks dan ujaran kebencian diputus akses atau take down sepanjang tahun 2023 hingga awal 2024.
"Dari bulan Januari 2023 sampai tahun ini sudah sampai 700an yang kita take down," ujar Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika, saat kunjungan di Balai Monitor SFR Kelas 1 Makassar, di Kabupaten Gowa, Kamis (1/2/2024).

Budi menegaskan bahwa pihaknya tidak pikir panjang untuk melakukan take down terhadap konten-konten hoax yang mengganggu Pemilu damai 2024.
Baca Juga : 2.000 Situs Judi Online Direkomendasikan Polda Sulsel untuk Diblokir
"Kalau hoaks langsung kita take down, 1x24 jam pasti kita take down," tegasnya.
Untuk memantau konten hoax tersebut, Budi menerangkan bahwa Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) memiliki tim siber yang setiap hari melakukan patroli di dunia maya Sehingga posting-posting yang berbau ujaran kebencian dan berita bohong dapat dideteksi.
"Karena kami mempunyai patroli siber 24 jam yang tugasnya terus scrolling manakala ada berita hoaks, ujaran kebencian, bohong pasti akan kita selesaikan secara adat digital," ungkapnya.
Baca Juga : Paslon Mulia Menang Telak di Tiga Survei, Aliyah Mustika Imbau Tim Jangan Lengah
Oleh karena itu, sinyal internet di setiap daerah akan berjalan dengan baik untuk memastikan pemilu 2024 nanti tidak mengalami permasalahan akses jaringan internet.
"Sinyal misalnya, ada beberapa daerah yang low sinyal, tapi sudah (ditangani) semua, supaya upload PPK ke kecamatan ke KPU kabupaten dan provinsi dan pusat lancar, itu tugas kami. Kita yakin pemilu ini berlangsung jujur dan aman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




