Ahad, 10 Maret 2024 18:43

BMKG Makassar Sebut Hilal Terlihat 0,21 Derajat, Terkendala Cuaca Mendung

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Kemenag Sulsel bersama BMKG Wilayah 4 Makasaar saat memantau hilal di Rooftop Mal GTC di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Talamate, Makassar, Minggu (10/3/2024) sore.(Kompas.com/Darsil Yahya M)
Kemenag Sulsel bersama BMKG Wilayah 4 Makasaar saat memantau hilal di Rooftop Mal GTC di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Talamate, Makassar, Minggu (10/3/2024) sore.(Kompas.com/Darsil Yahya M)

Kriteria MABIMS yaitu visibilitas terlihatnya hilal adalah 3 derajat dan elevasinya sekitar 6,4 derajat.

Jejakfakta.com, Makassar -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut sulit untuk melihat hilal akibat cuaca yang kurang baik dan mendung.

Diketahui, lokasi pemantau hilal di Sulawesi Selatan dipusatkan di Rooftop Mall Graha Tata Cemerlang (GTC), Makassar dari ketinggian 25 meter dari permukaan laut, Minggu (10/3/2024).

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni mengatakan pantauan hilal saat ini terhalang dengan kondisi cuaca buruk, sehingga ketinggian hilal yang cukup rendah yaitu 0,21 kemungkinan sulit dalam pengamatan.

Baca Juga : Empat Kali Beruntun, MAN Pinrang Kembali Raih Juara Umum Porsema VI

"Kondisi sangat sulit sekali kemungkinan besar tidak terlihat apalagi dengan tinggi bulan yang sangat rendah yaitu, 0,2 derajat atau pengamatan yang bisa dilakukan hanya dua menit saja, itu sulit sekali," ungkapnya.

Jamroni menyebut pihaknya memperkirakan hilal di Makassar berada pda posisi 0,21 derajat sehingga menurut MABIMS belum memenuhi syarat Imkanur Rukyat.

"Jadi kalau kita ikuti kriteria MABIMS yaitu visibilitas terlihatnya hilal adalah 3 derajat dan elevasinya sekitar 6,4 derajat," jelasnya.

Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi

Sementara, Plt Kepala Kementerian Agama, Ali Yafid mengaku belum dapat menentukan kapan awal Ramadan sehingga menyerahkan ke Kementerian Agama.

Terkait hasil pengamatan, Ali menyebut dari BMKG menyatakan posisi hilal di Sulawesi Selatan (Sulsel) berada di 2 derajat dua menit sedangkan Badan Hisab Rukyat hilal berada diposisi 0 derajat 4 menit. Perbedaan tersebut karena berbeda tempat pengamatan hilal

"Saya tidak bisa menentukan 1 Ramadan 1445 H ini apakah jatuh pada tanggal 11 atau 12 Maret ini tetapi hasil ini Kita akan sampaikan ke Kementerian Agama dan nanti di sidang Badan Rukyat Kemenag yang akan menentukan satu Ramadan jatuh tanggal berapa untuk Indonesia," jelasnya.

Baca Juga : 112 Resmi Diluncurkan di Luwu Timur, Bantuan Darurat Kini Cukup Satu Nomor

Oleh karena itu, Ali menghimbau agar masyrakat tetap saling menghormati jika dalam penentuan 1 Ramadan 1445 H itu berbeda.

"Kalau pun 1 Ramadan jatuh pada tanggal 11 atau 12 Maret ini, kita hormati keputusan itu, sebagai ummat beragama kita saling menghargai dan menghormati," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pemantau hilal #BMKG Wilayah IV Makassar #Sulawesi Selatan #Ramadan 1445 H
Youtube Jejakfakta.com