Senin, 22 April 2024 12:09

Wajo Rayakan HUT ke-625, Bahtiar Baharuddin: Masa Depan Ada di Perikanan Air Tawar dan Hortikultura

Editor : Redaksi
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-625 Kabupaten Wajo, di Lapangan Merdeka, Senin (22/4/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-625 Kabupaten Wajo, di Lapangan Merdeka, Senin (22/4/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Upaya pelestarian alam menjadi fokus utama, terutama dengan warisan 27 danau purba yang kini mengalami pendangkalan.

Jejakfakta.com, WAJO -- Dalam semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-625 Kabupaten Wajo, ratusan pelajar menampilkan tari kolosal yang menceritakan tentang sutera melalui gerakan tarian mereka, di Lapangan Merdeka, Senin (22/4/2024).

Acara ini merupakan puncak dari perayaan dengan tema "Merajut Sutera Merangkai Nusantara RI Tana Wajo". Peringatan HUT Kabupaten Wajo kali ini juga bertepatan dengan Hari Bumi, memperkuat komitmen daerah dalam pelestarian lingkungan.

Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin, menyatakan, hari ini menjadi sangat spesial bagi Wajo. Selain HUT, juga merayakan Hari Bumi dengan penanaman dua juta pohon serentak di Sulsel dan meluncurkan program pembagian telur untuk penanganan stunting di Sulsel.

Baca Juga : Dari Hutan Adat Cerekang, Anak Muda Luwu Timur Melaju ke Kandidat Kalpataru Nasional 2026

"Kita mulai dari Wajo karena merupakan tanah berkah," kata Bahtiar, yang hadir didampingi Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar, melalui keterangan tertulisnya.

Sejarah panjang selama 625 tahun telah membentuk Wajo menjadi wilayah yang dikenal luas melahirkan banyak pemimpin dan ulama besar. Wajo adalah pusat peradaban Islam di Sulsel dan telah melahirkan cendikiawan yang cerdas.

"Sempurna Wajo ini, sudah ulamanya dari sini, terkenal tempat orang-orang kaya dan sejahtera, orang-orang cerdas pintar juga dari sini," ucapnya.

Baca Juga : Kolaborasi Jadi Kunci, Lutim Dorong Pelestarian Budaya sebagai Arah Pembangunan Berkelanjutan

Lebih jauh Bahtiar mengungkapkan, upaya pelestarian alam menjadi fokus utama, terutama dengan warisan 27 danau purba yang kini mengalami pendangkalan.

"Kita dulu ini dimanja alam indah Wajo, ia disebut negeri danau paling besar seluruh Indonesia," ungkapnya.

Bahtiar bertekad menjadikan Wajo sebagai pusat perikanan air tawar di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Adat Jadi Perekat, Bupati Irwan Dorong Persatuan di Musyawarah Besar Padoe

"Wajo masa depannya ada pada perikanan air tawar dan tanaman hortikultura. Contoh sukses adalah cabai terbesar di Sulsel dan menyuplai seluruh wilayah Indonesia Timur bahkan Jawa," tandasnya.

Dalam acara ini, Pj Gubernur menyerahkan penghargaan kepada Kabupaten Wajo sebagai daerah dengan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal terbanyak. Selain itu, penyerahan CSR berupa alat parkir Pasar Rakyat Tempe dan penghargaan kepada tokoh-tokoh daerah.

Kegiatan berlanjut dengan penyerahan bantuan pertanian, santunan kematian, dan bibit pohon. Acara ditutup dengan peninjauan gelar pangan murah oleh Pj Gubernur dan Pj Bupati Wajo di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang.

Baca Juga : Dari Tarian hingga Drama Kolosal, Padoe Menyapa Zaman: Wabup Puspawati Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi

Perayaan ini tidak hanya menandai usia Kabupaten Wajo yang semakin matang, tetapi juga komitmen kuatnya terhadap pelestarian budaya dan lingkungan hidup.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bahtiar Baharuddin #Kabupaten Wajo #Hari Bumi #pelestarian lingkungan #pelestarian budaya
Youtube Jejakfakta.com