Ahad, 02 Juni 2024 23:23

WALHI Sulsel Minta Ormas Agama Tidak Berbisnis Tambang 

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Aktivitas tambang di blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. @Jejakfakta/dok. WALHI Sulsel
Aktivitas tambang di blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. @Jejakfakta/dok. WALHI Sulsel

Jika ormas keagamaan juga ikut berbisnis tambang, kami prediksi konflik tersebut juga akan terjadi antara masyarakat dengan ormas. 

Jejakfakta.com, Makassar -- Organisasi Lingkungan Hidup, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta kepada seluruh organisasi masyarakat keagamaan untuk tidak ikut dalam bisnis pertambangan. Pasalnya, ormas keagamaan hadir ditengah masyarakat bukan untuk berkonflik dan menambah kerusakan lingkungan. 

Selain itu, menurut Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, tawaran pemerintah agar ormas keagamaan dapat mengajukan IUP dan menjalankan bisnis pertambangan, seperti upaya adu domba antara ormas keagamaan dengan organisasi lingkungan yang selama ini menyerukan perlindungan dan pemulihan lingkungan. 

“Saya berharap sekali supaya ormas Islam, Kristen, Budha, Hindu dan agama-agama lainnya menolak tawaran pemerintah untuk mengajukan IUP dan berbisnis tambang. Ditambah lagi langkah Ini seperti upaya pemerintah untuk membenturkan antara masyarakat korban tambang dengan ormas keagamaan," tegasnya. 

Baca Juga : Walhi Sulteng Desak Presiden Jokowi Cabut PP 25/2024 Soal Izin Tambang Ormas

Lanjut daripada itu, Amin menerangkan bahwa saat ini, amal usaha ormas sudah sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. "Dimana ormas keagamaan menjalankan usaha atau bisnis yang sesuai dengan visi misi ormas sebagai pengayom masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan usaha di jasa lainnya," terangnya. 

Sehingga, kalau ormas keagamaan ikut berbisnis tambang, maka hal tersebut sudah jauh dari spirit dan visi misi ormas keagamaan. 

“Sekali lagi, saya mewakili warga yang terdampak tambang, maupun warga yang akan terdampak tambang, memohon dengan sangat agar ketua-ketua ormas untuk tidak berbisnis tambang. Dan tetap menjalankan amal usaha seperti saat ini,” harap Al Amin. 

Baca Juga : Terbitkan Surat Edaran Jaga Lingkungan, Berikut Empat Arahan Pj Gubernur Bahtiar

Kemudian, Al Amin menjelaskan bahwa konflik lingkungan yang kerap mengorbankan petani, nelayan, masyarakat adat dan perempuan selalu melibatkan perusahaan. Maka, kalau ormas keagamaan juga ikut berbisnis tambang, kami prediksi konflik tersebut juga akan terjadi antara masyarakat dengan ormas. 

“Hal itulah yang saya maksud pemerintah ingin membenturkan antara masyarakat, organisasi lingkungan dengan ormas keagamaan. Jadi agar tidak terjadi hal yang kami khawatirkan, kami harap ormas tidak berbisnis tambang dan bisnis ekstraktif lainnya," bebernya. 

Diakhir, Amin memohon kepada Ketua PP Muhammadiyah, Ketua PBNU dan ketua-ketua Ormas lainnya untuk menguarkan pernyataan untuk menolak rencana pemerintah tersebut. 

Baca Juga : Alih Fungsi Lahan di Kawasan Inti dan Penyangga Pegunungan Latimojong Jadi Penyebab Utama Banjir di Sulsel

“Demi keselamatan rakyat saat ini dan generasi yang akan datang, serta untuk kelestarian lingkungan, saya mohon agar NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas keagamaan lainnya menolak pemberian konsesi tambang dan tidak berbisnis di sektor ekstraktif," pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Ormas keagamaan #bisnis pertambangan #kerusakan lingkungan #Walhi Sulsel #Muhammdiyah #PBNU
Youtube Jejakfakta.com