Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Rutan Kelas I Makassar kembali melakukan pemeriksaan ruang para tahanan secara mendadak. Hal itu untuk memastikan kondusifitas ruang tahanan, termasuk peredaran narkotika dan handphone.
Selain itu, para warga binaan juga menjalani pemeriksaan tes urine. Dan razia tersebut dilakukan demi terciptanya kondisi yang aman untuk setiap ruang tahanan

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Jayadi melibatkan Aparat Penegak Hukum, termasuk Komando Rayon Militer (Koramil) Rappocini 1408-13 dan Polsek Rappocini.
Baca Juga : Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Bank BUMN di Bulukumba Bertambah, Negara Rugi Rp3,8 Miliar
"Saya mengajak untuk mari sukseskan Getting Zero to Halinar (Hp, Pungli dan Narkoba), khususnya di lingkungan Rutan Kelas I Makassar," ujar Jayadi, Selasa (5/11/2024).
Lebih jauh, pemeriksaan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto
Dalam pemeriksaan tersebut, kata Jayadi, Tim Gabungan dibagi menjadi tiga Tim yang kemudian menyisir sebanyak 13 kamar pada 5 Blok hunian wbp secara acak yaitu Blok C (Andi Mappanyuki), Blok D (Sultan Hasanuddin), Blok E (Andi Djemma), Blok F (Andi Pangeran Pettarani) dan Blok G (Sultan Alauddin).
Baca Juga : Rakor Pemda Bulukumba Berubah Jadi Pemeriksaan Narkoba
Dan hasil penggeledahan tersebut tidak ditemukan baranbarang handphone maupun obat-obatan terlarang.
Namun, tim menemukan barang terlarang lain yang juga dianggap berbahaya dan dapat mengganggu ketertiban. "Seperti, cermin kaca, mistar besi, gunting kuku, pisau cukur, hanger besi, kartu remi, botol kaca, sendok besi, dan ikat pinggang," beber Jayadi.
Sementara pemeriksaan tes urine yang dilakukan dengan secara acak itu sebanyak 33 warga binaan. Hasilnya pun negatif, termasuk 3 perempuan warga binaan yang diperiksa.
Baca Juga : Hangatnya Ramadan di Balik Jeruji: Warga Binaan Rutan Makassar Berbuka dengan Kolak
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan, Andi Erdiyangsah Bahar, mengatakan, kegiatan pemeriksaan secara mendadak memang sering dilakukan guna memastikan keamanan setiap ruang tahanan.
"Yang rutin itu kami sidak bisa sampai 3 kali dalam seminggu, kadang ada juga insidentil jika ada yang terindikasi atau laporan," ucap Andi Erdiyangsah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




