Sabtu, 24 Desember 2022 15:02

3 Korban Meninggal akibat Longsor di Bangkeng Tabbing Gowa

Longsor di Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/12/2022). (Dok.istimewa).
Longsor di Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/12/2022). (Dok.istimewa).

Korban hilang akibat longsor Bangkeng Tabbing: Muhammad Arsyad, Anwar, dan Hasan. Mereka akhirnya ditemukan, dalam keadaan tak bernyawa.

Gowa, jejakfakta.com – Korban meninggal bertambah jadi tiga orang akibat longsor di lingkungan Bangkeng Tabbing, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Informasi yang dihimpun, ketiga korban telah dievakuasi oleh tim gabungan BPBD Gowa, Basarnas dan aparat.

Sebelumnya, dilaporkan tiga korban longsor Tinggimoncong hilang: Muhammad Arsyad, Anwar, dan Hasan. Mereka akhirnya ditemukan, dalam keadaan tak bernyawa.

Baca Juga : Warga Bongkar Sendiri Lapak 10 Tahun di Atas Drainase, Sinyal Baru Kesadaran Kota Makassar

BPBD Gowa melaporkan, seunit rumah ambruk tertimbun longsor.

Ada pula rumah warga yang terseret ke Sungai Manappa yaitu rumah milik Halim dan Dg Conci.

Longsor ini melanda Tinggimoncong Sabtu (24/12/22) sekitar 03.00 Wita. Lokasi sekitar jalan poros Malino.

Baca Juga : Aparatur Kecamatan Tamalanrea Pimpin Aksi Jumat Bersih di Kelurahan Parangloe

Longsor Tinggimoncong terjadi saat hujan lebat berangin kencang.

Daerah tetangga Tinggimoncong, Kecamatan Parangloe juga tertimpa longsor Rabu 16 November 2022 jelang petang. Juga di sejumlah lokasi lainnya Gowa, namun Parangloe terparah kala itu.

Longsor Parangloe tepatnya di Dusun Sapiria dan Dusun Kunyika, Desa Lonjoboko. Sejumlah rumah warga tertimbun.

Baca Juga : 5 Titik Longsor di Tinggimoncong Gowa, Masyarakat Diimbau Berhati-hati Saat Menuju Malino

Enam korban meninggal longsor Parangloe: Nurhaya (24), Nuraeni (47), Sunaria (38), Daeng Ngaseng (60), Jumaria (37), dan Muhammad Royan (6).

Status Awas

Selain Gowa, sejumlah wilayah di Sulsel juga mengalami cuaca ekstrem.

Baca Juga : Pantauan Hilal 1 Syawal 1445 H di Kampus Unismuh, BMKG: Posisi Hilal 5 Derajat

Sulawesi Selatan naik ke status awas cuaca ekstrem menurut peringatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, mulai 23 sampai 25 Desember 2022. Cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.

"Diharapkan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Kamal, dalam siaran persnya, Jumat (23/12/22).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bangkeng Tabbing #Kecamatan Tinggimoncong #Longsor Gowa #Desa Lonjoboko #Parangloe #BMKG Wilayah IV Makassar
Youtube Jejakfakta.com