Jejakfakta.com, MAKASSAR — Sejumlah tokoh lintas agama dan aktivis perdamaian berkumpul di Rumah Adat Ujung Pandang, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Minggu, 19 Januari 2025, untuk membahas langkah-langkah konkret dalam pelestarian lingkungan. Meskipun suasana pertemuan terbilang santai, diskusi yang berlangsung sarat dengan isu penting dan mendalam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka, antara lain Yongris Lao (Ketua Permabudi Sulsel), Pendeta Adrie Massie (Ketua PGIW Sulselbara), Suaib Prawono (Korwil Gusdurian Sulampapua), Herlina (Aman Sulsel), Ustad Yakub (JAI Sulsel), serta Yohana Lobo (Presidium Jalin Harmoni), beserta sejumlah pengurus Jalin Harmoni yang mewakili 33 lembaga dan organisasi lainnya.

Dengan tema "Abbulo Sibatang: Mengakselerasi Gerakan", para peserta saling berbagi gagasan dan merumuskan program serta strategi untuk menggerakkan Jalin Harmoni di tahun 2025.
Baca Juga : Makassar Rumah Semua: Munafri Ajak Warga Rawat Kerukunan
Dalam pertemuan tersebut, mereka juga menyusun rencana aksi yang rinci, membahas pemanfaatan sumber daya, mitra strategis, serta dampak yang diharapkan dari setiap kegiatan yang dilakukan.
Yongris Lao menegaskan pentingnya merancang kegiatan yang berdampak nyata pada kehidupan sosial masyarakat.
“Banyak organisasi yang melakukan kegiatan sosial, namun tidak memberikan dampak signifikan. Maka, kita harus memprioritaskan isu lingkungan dalam kerja-kerja sosial Jalin Harmoni di tahun 2025,” ujarnya.
Baca Juga : Dari Toraja ke Bukit Tigapuluh: Tradisi dan Ekosistem Terhimpit Perubahan Zaman
Ia percaya bahwa melalui isu lingkungan, gerakan lintas iman dapat terjalin lebih erat, menciptakan kesadaran bersama untuk menjaga bumi.
Suaib Prawono menambahkan, sebelum mengedukasi masyarakat, penting untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu.
"Modelnya bisa berupa pelatihan, penguatan internal, atau diskusi rutin. Kami harus memastikan bahwa penggerak gerakan ini memiliki pemahaman dan kompetensi yang cukup untuk mengedukasi masyarakat dengan efektif,” kata aktivis senior Jalin Harmoni itu.
Baca Juga : Gustalcom Gelar Restorasi Terumbu Karang di Pulau Bone Tambung Sambut HUT RI ke-80
Mengedukasi Sejak Dini dan Kolaborasi dengan Pemerintah
Pendeta Adrie Massie mengungkapkan pandangannya tentang pentingnya memfokuskan gerakan pada anak-anak usia dini. Menurutnya, pembiasaan untuk merawat lingkungan harus dimulai sejak sekolah dasar.
"Penyadaran tentang pentingnya lingkungan harus dimulai sejak dini. Selain meningkatkan pengetahuan agama, hal ini juga memperkuat kesadaran moral dan spiritual anak-anak," jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Mukernas IV Permabudhi, Soroti Toleransi dan Kepedulian Lingkungan
Senada dengan itu, Ustad Yakub mengungkapkan pentingnya melibatkan jejaring dan institusi pemerintah dalam kegiatan lingkungan. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu atau kelompok tertentu, melainkan tugas kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Selain isu lingkungan, pertemuan ini juga membahas pentingnya penyempurnaan struktur organisasi Jalin Harmoni. Para peserta sepakat bahwa struktur yang ada perlu dirombak agar lebih efektif dan efisien.
Dengan perubahan tersebut, diharapkan Jalin Harmoni dapat bergerak lebih fleksibel dan progresif, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Baca Juga : Menag RI Apresiasi Program Keagamaan dan Ketahanan Pangan di Sidrap
Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, semangat para peserta untuk merancang gerakan berbasis ekologi tak surut. Di bawah langit yang mendung, mereka tetap berdiskusi dengan tekad kuat untuk mewujudkan gerakan yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas.
Jalin Harmoni berharap bahwa kolaborasi lintas iman ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Gerakan ini bukan hanya berfokus pada pelestarian alam, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan menciptakan kesadaran kolektif dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang. Dengan langkah konkret ini, diharapkan berbagai bencana ekologi dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang sehat dan seimbang.
Jalin Harmoni berkomitmen untuk terus bergerak maju, menjadikan bumi sebagai rumah yang harmonis bagi umat manusia dan alam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




