Jejakfakta.com, JAKARTA – Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Dr. Bassam Naem, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, atas kontribusinya dalam membantu rakyat Palestina.
Ucapan tersebut disampaikan melalui percakapan telepon dengan mantan Menteri Hukum dan HAM, Prof. Hamid Awaludin, pada Selasa (21/1) malam, usai gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang berlaku sejak 19 Januari 2025.

Menurut Hamid, JK dinilai sebagai tokoh yang konsisten menunjukkan kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora
"Hamas secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Pak JK, terutama di masa-masa sulit selama perang di Gaza. Beliau terus melakukan tindakan konkret untuk mendukung bangsa Palestina," ujar Hamid.
Dr. Bassam Naem, yang juga mantan Menteri Kesehatan Palestina, menyoroti peran JK melalui Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk kebutuhan mendesak seperti obat-obatan dan genset mini yang sangat diperlukan selama musim dingin.
"Kami berharap Pak JK, sebagai Ketua Umum PMI, dapat terus membantu memenuhi kebutuhan rakyat Palestina. Saat ini, akses bantuan ke Palestina sedang terbuka," kata Hamid, menirukan permintaan Dr. Bassam Naem.
Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim
Hamid juga menjelaskan bahwa Hamas sangat menghargai keterlibatan JK dalam upaya perdamaian, termasuk perannya dalam proses gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Beberapa kali, JK bersama tim kecilnya diundang ke Doha untuk berdiskusi dengan pimpinan Hamas dan Fatah, guna mencari solusi atas konflik di Jalur Gaza.
Pihak Hamas, lanjut Hamid, berharap JK dapat terus mengawal implementasi gencatan senjata agar kedua belah pihak tidak melanggar kesepakatan. Mereka juga meminta JK membantu mencarikan solusi permanen untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
"Beberapa pemimpin baru Hamas berencana datang ke Indonesia untuk bertemu langsung dengan Pak JK guna mendiskusikan langkah-langkah lanjutan. Saya akan menyampaikan pesan ini kepada beliau," pungkas Hamid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




