Bencana alam di Kampung Bengkeng Tabbing, Lingkungan Bontote'ne, Kelurahan Bontolureng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12) mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan kerugian materil capai Rp205 juta.
Hal itu diungkapkan Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jejakfakta.com.

Menurut Fadhlyh, curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini, mengakibatkan terjadinya tanah longsor, pohon tumbang di wilayah Kabupaten Gowa dan sekitarnya. Seperti yang terjadi di Kampung Bangkeng Tabbing Lingkungan Bontote'ne, pukul 03.00 Wita dini hari tadi.
Baca Juga : Dari 75 Ribu Desa di Indonesia, Pakatto Gowa Masuk 12 Desa Piloting LKPP RI
Selain mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu unit rumah juga rusak parah tertimbun longsor, satu unit motor berat dan mobil juga ikut rusak.
Hasan Fadhlyh menambahkan, dari keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian masih sempat melihat material longsor ringan disekitar kejadian dan korban Almarhum Muhammad Arsyad sempat merekam namun kemudian pada saat kejadian yaitu sekitar jam 03.00 Wita terjadi longsor susulan yang besar.
"Jadi saat kejadian tersebut ada tujuh korban yang berada di lantai 2 terlempar dari rumah sehingga berhasil selamat dari timbunan material longsor namun tiga orang korban yang berada di lantai 1 tertimbun material longsor dan meninggal dunia," jelasnya.
Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut
Identitas korban yang selamat yaitu Hendra, Rusli, Tio Hilal, Anjas, Alex, Ulli dan Umar. Sedangkan kerugian materil yang ditaksir Rp205 juta itu berasal dari kerusakan rumah, motor dan mobil yang tertimpa longsor. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




