Rabu, 28 Desember 2022 15:58

Empat Kali Terdampak Kebakaran Pasar Sentral, Aspek 5: Bilang Kalau Mau Gusur!

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Kios pedagang Pasar Sentral Makassar yang terbakar diberi garis polisi, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyabab kebakaran ini, Rabu (28/12/2022). Jejakfakta/Atri Suryatri Abbas
Kios pedagang Pasar Sentral Makassar yang terbakar diberi garis polisi, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyabab kebakaran ini, Rabu (28/12/2022). Jejakfakta/Atri Suryatri Abbas

"Kalau soal isu itu (revitalisasi), kalau memang ada mau di bongkar. Kalau bisa ada penyampaian, supaya diselamatkan barang ta'. Kaya dulukan kita digusur tapi masih bisa selamatkan barang. Kalau begini habis mi semua barang," ujar Hasnia, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5).

Jejakfakta.com, Makassar - Pasar Sentral Makassar yang ramai dipadati pengunjung dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan merupakan pasar kebanggan masyarakat dan pedagang di Indonesia Timur kembali terbakar.

Terhitung sudah empat kali dalam 10 tahun terakhir mengalami kebakaran besar dan yang terbesar di pertengahan 2014. Sejumlah pedagang menceritakan kisahnya.

Nurtini, sehari-hari berdagang pakaian di Pasar Sentral Makassar, ia menceritakan sudah puluhan tahun menjadi pedangang dan selama berjualan di Pasar Sentral sudah empat kali kiosnya terbakar.

Baca Juga : Revitalisasi Pasar Sentral Makassar, Munafri Siapkan Konsep Baru untuk UMKM dan Pariwisata

"Saya sudah dari gadis disini menjual, kebakaran pertama itu ada ji yang bisa saya ambil. Sama dengan kebakaran kedua. Kalau kebakaran ketiga tidak ada, habis semua sama mi yang sekarang ini di kebakaran ke empat. Habis semua barangku," kata Nurtini.

Nurtini mengaku saat terjadi kebakaran, Selasa (27/12/2022) tadi malam, ia dalam perjalanan pulang ke rumah. Ia menutup kiosnya usai magrib sekitar pukul 18.20 Wita seperti hari-hari biasanya.

"Waktu kebakaran saya pulang mi sudah magrib menunggu Pete-pete di Jalan Irian, baru di telpon sama teman-teman di pasar kalau ada kebakaran," ungkapnya.

Baca Juga : Pemkot–YOSS Satu Visi, Karebosi Disiapkan Jadi Ruang Publik Modern

Mendapat kabar kebakaran di Pasar Sentral Makassar, tempat ia menggantungkan hidupnya bersama keluarga. Nurtini tak banyak pikir, ia kemudian kembali ke pasar guna menyelamatkan barang-barangnya.

"Saya langung turun dari Petepete kepasar kembali, liat kiosku. Pas sampai dan mau masuk selamatkan kios, tidak bisami karena tebal asap," tambahnya.

Tidak bisa menyelamatkan barang-barang jualanya. Nurtini pasrah. Ia hanya berharap kios tempat ia berjualan ditata kembali oleh Pihak Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Pemkot Makassar Upayakan Penyelesaian Sengketa Lahan Pasar Pannampu dengan Mediasi Terpadu

"Harapan saya minta ditata kembali, supaya bisa menjual kembali, Kalau mau diganti ya Alhamdulillah itu pedangang inginkan," katanya.

Enggan Berjualan di Mall dan Rencana Revitalisasi

Polemik pedagang Pasar Sentral Makassar dari tahun ke tahun tidak penah menemui titik temu. Ratusan pedagang enggan menempati lods/ruko karena selain harganya lebih mahal dari pada di ruko bawah. Kurangnya pengunjung juga menjadi salah satu kendalanya.

Baca Juga : DPRD Makassar Pastikan Pindah ke Kantor Sementara di Perumnas Hertasning Mulai 1 Oktober 2025

"Saya sudah puluhan tahun berjualan disini (pasar sentral), jualan dibawa (kios) memang laris," ungkap Nurtini, saat ditemui reporter Jejakfakta, Rabu (28/12/2022).

Hasnia, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5) Pasar Sentral Makassar menduga kebakaran kali ini dengan adanya rencana adanya revitalisasi yang selama ini didengungkan Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya kepada pedagang.

Baca Juga : BPJS Apresiasi Kepedulian Pemkot Makassar terhadap Perlindungan Pekerja Rentan

Ia menyayangkan jika kebakaran pasar kali keempat ini adalah ada unsur kesengajaan untuk menggusur pedagang, khususnya pedagang kali lima yang berjualan di kios-kios.

"Kalau soal isu itu (revitalisasi), kalau memang ada mau di bongkar. Kalau bisa ada penyampaian, supaya diselamatkan barang ta'. Kaya dulukan kita digusur tapi masih bisa selamatkan barang. Kalau begini habis mi semua barang. Semoga saja ada bantuan, karena kami ini pedagang kecil," tambah Hasnia.

Hasnia mengatakan sejumlah pedagang kecil tidak ingin menjual di Mall karena keterbatasan ekonomi.

"Kita sangat gembira jualan di dalam (ruko), tapi kita pedagang kaki lima tidak memungkinkan karena masalah ekonnomi," katanya.

Perumda Segera Relokasi Pedagang

Perumda Pasar Makassar Raya segera merelokasi pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Sentral Makassar, Selasa (27/12/2022). Data sementara disebutkan ada 931 kios blok B bagian selatan terdampak.

"Nanti secepatnya (relokasi ke tempat baru). Karena inikan potensi kami juga sebagai Perumda Pasar. Insya Allah kami akan berbuat yang terbaik untuk pedagang," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ichsan Abduh Hussein, Selasa (27/12/2022).

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran Pasar Sentral Makassar. Dia menduga ini murni karena kecelakaan.

"Untuk sementara ini kami menganggap ini adalah force majeure. Karena kami belum mendapat informasi awal," ujar Ichsan.

Sementara itu, Kata Ichsan, pihak kepolisian Polres Pelabuhan Makasssr tengah melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini.

"Saya masih tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisia," katanya.

Ichsan pun meminta warga tidak berspekulasi terkait penyebab insiden ini. Apalagi sampai berpikir jika kejadian itu diduga karena kesengajaan.

"Kalau kami menganggap ini murni kecelakaan. Jadi tidak ada dari pihak kami, pemerintah yang berpikir hal-hal seperti itu. Jadi tolong kita jangan berspekulasi dulu," tegasnya.

931 lapak pedagang terdampak kebakaran di Pasar Sentral Makassar. Data sementara itu khusus di bagian blok B selatan.

Kebakaran Pasar Sentral Makassar mulai terjadi sekitar pukul 19.26 Wita. Petugas memadamkan api dan mulai melakukan pendinginan sekitar pukul 21.20 Wita.

"Api membakar kios mulai dari pintu selatan, depan Toko Sejahtera Blok. Pas di Blok B, Jalan Agus Salim. Kejadiannya diperkirakan sebelum isya," ujar Rini kepada Jejakfakta, Selasa (27/12/2022). (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pasar Sentral Makassar #kebakaran #Pedagang #Revitalisasi #Relokasi
Youtube Jejakfakta.com