Kamis, 17 April 2025 16:21

Dukung Swasembada Pangan, Pemkot Makassar Maksimalkan Lahan Pertanian

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri Musyawarah Wilayah VII Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (17/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri Musyawarah Wilayah VII Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (17/4/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Di Kota Makassar ini kurang lebih 1.600 hektar sawah, yang hanya bisa dilaksanakan dengan proses urbanisasi.

Jejakfakta.com, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Musyawarah Wilayah VII Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (17/4/2025).

Kegiatan tersebut mengusung tema 'Tantangan Pelaku Logistik di Era Digital untuk Membangun Sinergitas antara Pelaku Usaha dan Pemerintah Mewujudkan Ekosistem Logistik Global'.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri atau akrab disapa Appi menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung swasembada pangan.

Baca Juga : Resmikan Masjid Baitul Aqsha, Munafri Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Jaga Indeks Toleransi

Untuk itu, Appi menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan produktivitas lahan pertanian agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi.

"Swasembada pangan sangat penting. Produksi pangan yang meningkat akan meningkatkan pendapatan petani dan daya beli masyarakat di pasar meningkat," kata Appi.

Jika melihat kondisi Kota Makassar saat ini, kata Appi, maka persoalan ketersediaan logistik sangat dibutuhkan namun menurutnya harus diimbangi dengan daya beli masyarakat yang perlu ditingkatkan.

Baca Juga : 5.938 Rumah di Rappocini Sudah Nikmati Iuran Sampah Gratis, Kini Diperluas hingga 14.977 KK

"Kalau kita melihat belakangan ini bukan hanya ketersediaan tapi daya beli masyarakat. Persoalannya inilah yang menjadi objektif daripada yang namanya swamsebada," ujarnya.

Kemandirian pangan menjadi penting sebagai pondasi di dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Pemerintah kota juga terus berupaya memanfatkan lahan yang ada demi untuk memenuhi kebutuhan pertanian.

"Di Kota Makassar ini kurang lebih 1.600 hektar sawah, yang hanya bisa dilaksanakan dengan proses urbanisasi," ungkapnya.

Baca Juga : Bertambah 15.177 KK Tamalate Nikmati Iuran Sampah Gratis, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah

"Untuk memperlihatkan contoh diuji coba di Kota Makassar untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan pertanian," tambah Appi.

Keterbatasan lahan pertanian membuat pemerintah kota terus berinovasi dengan melakukan sistem urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Seperti budidaya tanaman pangan melalui sistem hidroponik dengan menggunakan pupuk organik.

"Sehingga masyarakat mampu memenuhi minimal 20% dari kebutuhan sehari-hari, mereka dari kelompok masyarakat yang punya pertanian lahan sempit. Ini yang kami upayakan dengan namanya pola swamsebada," jelasnya.

Baca Juga : 12.361 Rumah di Panakkukang Bakal Nikmati Iuran Sampah Gratis, Nilainya Capai Rp2,8 Miliar

Appi menyarankan, mekanisme pertanian ini menjadi hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyaralat.

Selain itu, membangun sinergitas dengan pemerintah daerah kabupaten/kota tetangga untuk menopang pangan di Kota Makassar.

"Ini kami harapkan agar teman-teman daerah Kab/kota lain bisa bersinergi, seperti Gowa, Maros dan lainya membantu menyediakan pangan di kota Makassar bisa terpenuhi," tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #swasembada pangan #produktivitas lahan pertanian #Pemkot Makassar
Youtube Jejakfakta.com