Jejakfakta.com - MAKASSAR - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Agus Salim SH MH, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (6/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan LDII Sulsel masa bakti 2024-2029 sekaligus menyampaikan komitmen mendukung program penyuluhan hukum di masyarakat.
Ketua DPW LDII Sulsel, H. Asdar Mattiro SSos MIKom, menyampaikan bahwa LDII siap berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Sulsel dalam program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) dan Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

"Kami mengundang Kajati Sulsel untuk memberikan penyuluhan hukum di pengajian umum LDII yang dihadiri ribuan santri dan masyarakat. Dengan pemahaman hukum yang baik, generasi muda kami terhindar dari kenakalan remaja, narkoba, radikalisme, dan geng motor," ujar Asdar.
Baca Juga : Eks Pj Gubernur Sulsel Jadi Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar, Negara Diduga Rugi Rp50 Miliar
Dalam audiensi tersebut, LDII memaparkan 8 klaster bidang pengabdian, termasuk pendidikan, dakwah, hukum, dan pemberdayaan masyarakat. Dr. Kamsilaniah SH MH, Ketua Biro Hukum dan HAM LDII Sulsel, menekankan pentingnya melek hukum di era digital.
"LDII akan mengadakan pelatihan humas dan jurnalistik untuk membentuk generasi muda yang cerdas bermedia sosial. Kami ingin mencetak jurnalis berkarakter dan pejuang sosial media yang santun," jelasnya.
Kajati Sulsel, Agus Salim, menyambut baik kolaborasi ini. "LDII memiliki Biro Hukum yang kompeten. Kami terbuka untuk bekerja sama dalam menyukseskan program penyuluhan hukum," ujarnya.
Baca Juga : Uang Negara Kembali, Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar dari Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Nanas 2024
Ia juga menjelaskan berbagai inisiatif Kejaksaan Tinggi yang dapat disinergikan dengan ormas Islam, termasuk pencegahan hoaks, cybercrime, dan pelanggaran hukum lainnya.
Penyuluhan hukum dinilai krusial untuk meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat, mengurangi konflik, dan mencegah kejahatan. LDII berkomitmen mendorong budaya taat hukum melalui pendekatan dakwah dan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




