Sabtu, 24 Mei 2025 13:53

Proyek Koneksi Pipa PDAM

Catatan BBPJN Soal Rencana Pemkot Makassar Akhiri Ketimpangan Distribusi Air PDAM di Utara dan Timur Kota

Editor : Redaksi
Terekam video aksi seorang wanita di Kota Makassar yang terdampak macetnya suplai air bersih PDAM. Aksi dengan adegan seperti beritual dengan bakar lilin plus sesajen. Dia berharap air PDAM mengalir ke rumahnya. Informasi yang dihimpun, aksi dalam video itu terjadi pada Juni 2023, di Jl Galangan Kapal, Lorong Permandian 2, Kelurahan Kaluku Bodoa RT 011 RW 005, Kecamatan Tallo, Kota Makassar bagian utara.
Terekam video aksi seorang wanita di Kota Makassar yang terdampak macetnya suplai air bersih PDAM. Aksi dengan adegan seperti beritual dengan bakar lilin plus sesajen. Dia berharap air PDAM mengalir ke rumahnya. Informasi yang dihimpun, aksi dalam video itu terjadi pada Juni 2023, di Jl Galangan Kapal, Lorong Permandian 2, Kelurahan Kaluku Bodoa RT 011 RW 005, Kecamatan Tallo, Kota Makassar bagian utara.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan satu wilayah pun tertinggal dalam akses air bersih. Ini bukan hanya pelayanan dasar, tetapi hak setiap warga,” kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Makassar, jejakfakta.com – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel menyatakan dukungan terhadap rencana Wali Kota Makassar dan Perumda Air Minum Kota Makassar dalam membangun koneksi distribusi air bersih wilayah utara dan timur Kota Makassar.

“Kami mendukung penuh rencana PDAM. Tapi perlu ditegaskan, pemasangan pipa tidak boleh di badan jalan nasional karena berisiko tinggi terhadap kebocoran dan kerusakan jalan,” kata Kepala BBPJN Sulsel Asep Syarip Hidayat saat berkunjung ke Ruang Kerja Wali Kota Makassar, Kamis (22/5/2025). 

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Plt Dirut PDAM Makassar Hamzah Ahmad menerima kedatangan Asep. Pertemuan dirangkaikan rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Baca Juga : Janji Munafri-Aliyah Terbukti: 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Kepulauan Makassar, Pete-pete Laut Segera Beroperasi

Menurut Asep, pihaknya telah mencapai kesepakatan awal dengan PDAM bahwa pemasangan akan dilakukan di zona aman.

“Kalau di dekat saluran atau bahu jalan, kami bisa menyepakatinya. Itu lebih aman secara teknis dan mudah jika sewaktu-waktu dibutuhkan perbaikan,” katanya.

Kepala BBPJN siap mendukung dengan asistensi teknis sepanjang perencanaan dan pelaksanaan sesuai ketentuan.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Rencana peningkatan koneksi distribusi jaringan pipa akan difokuskan untuk melayani kawasan padat penduduk di wilayah utara dan timur Makassar.

Wilayah utara: Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, dan sebagian Bontoala, seperti Jl. Sabutung Baru, Barukang, Cambayya, Sultan Abdullah, Galangan Kapal, dan Pannampu. 

Wilayah timur: Kecamatan Manggala dan Tamalanrea, termasuk Antang, Borong, Bitowa, Kapasa, Bira, dan Parangloe.

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Hamzah Ahmad menyampaikan, pihaknya telah merancang koneksi Jaringan Distribusi Utama (JDU) sebagai solusi teknis untuk menjawab persoalan minimnya pasokan air bersih di wilayah utara dan timur Kota Makassar.

“Kami ingin memastikan koneksi jaringan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan, tapi juga stabilitas dan tekanan air di wilayah terdampak. Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar pelaksanaan teknisnya sesuai regulasi,” kata Hamzah.

Ancha, sapaan akrab Hamzah Ahmad, menyebut proyek ini akan mengintegrasikan jaringan baru dengan sistem eksisting guna memperluas cakupan dan mempercepat distribusi air bersih.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

Hamzah berharap agar seluruh pihak terkait dapat terus bersinergi untuk menyukseskan rencana koneksi jaringan ini.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh stakeholder, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun OPD di lingkup Pemkot Makassar. Kolaborasi ini sangat penting agar masyarakat di wilayah utara dan timur bisa segera menikmati layanan air bersih yang layak,” kata Ancha.

Ia menegaskan, PDAM akan terus mengedepankan pendekatan teknis yang tepat dan taat aturan dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur jaringan.

Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar

Munafri mengatakan, Pemerintah Kota serius menjadikan distribusi air bersih sebagai bagian penting dari pembangunan kota yang inklusif.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan satu wilayah pun tertinggal dalam akses air bersih. Ini bukan hanya pelayanan dasar, tetapi hak setiap warga,” kata Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Munafri juga mendorong semua instansi untuk mempercepat langkah-langkah teknis dan administratif agar koneksi jaringan pipa segera terealisasi.

“Kami akan terus mendorong koordinasi lintas sektor agar proses ini tidak terhambat, karena kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama,” kata Appi.(Sumber: Humas PDAM Makassar). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Perumda Air Minum Makassar #Munafri Arifuddin #hamzah ahmad #BBPJN Sulsel #Asep Syarip Hidayat
Youtube Jejakfakta.com