Makassar, jejakfakta.com - Badan Pekerja Anticorruption Committee (ACC) Sulawesi mencatat banyak kasus korupsi di Sulsel dan angka kasus korupsi Sulsel meninggi sepanjang tahun 2022.
Kasus korupsi melibatkan banyak aktor di berbagai sektor, hal ini terkonfirmasi dari penanganan perkara di kepolisian, kejaksaan, dan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar

ACC Sulawesi juga memotret pola penanganan kasus kasus korupsi di kejaksaan, kepolisian dan pengadilan Tipikor Makassar.
Baca Juga : Putra Asli Lekkong Raih Gelar Doktor, Dihadiri Kadis Pendidikan Enrekang
Menurut temuan ACC, pola penegakan hukum belum maksimal karena isu pemberantasan korupsi belum dijadikan sebagai agenda prioritas, hal ini terkonfirmasi dengan masih banyaknya kasus korupsi mandek, vonis ringan hingga vonis bebas terdakwa korupsi.
Data lengkap hasil temuan ACC tersebut terungkap dalam konferensi pers rilis catatan akhir tahun 2022 ACC Sulawesi di kantor ACC Sulawesi, Jl AP Pettarani, Kompleks Pettarani Center Blok A/17, Rappocini, Makassar, Rabu (4/1/2023) sore Wita.
Direktur ACC Sulawesi Abdul Kadir Wokanubun, dalam jumpa pers ini, menyilakan para peneliti ACC Sulawesi secara bergiliran memaparkan data: Anggareksa, Hamka, Jumail, Firmansyah, dan Ali Asrawi Ramadhan.
Baca Juga : ACC Ungkap 144 Kasus Dugaan Korupsi di Sulsel Mandek di Kepolisian dan Kejaksaan
Bagaimana saja temuan ACC Sulawesi, simak update berita jejakfakta selanjutnya tentang Catatan Akhir Tahun 2022 ACC Sulawesi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




