Selasa, 03 Juni 2025 13:18

Pangkep Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Stunting

Editor : Editor JF
Penulis : Sherine Grace
Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di  Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep, Selasa (3/6/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.
Pemerintah Kabupaten Pangkep menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep, Selasa (3/6/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.

Survei Kesehatan Indonesia 2024, prevalensi stunting di Pangkep menunjukkan penurunan dari 30% menjadi 25,2%.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) sekaligus Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Selasa (3/6/2025).

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan termasuk Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat se-Kabupaten Pangkep, serta perwakilan TNI, Polri, BUMN, dan BUMD.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam penanganan stunting. "Kami mendukung penuh Gerakan Orang Tua Asuh ini melalui sinergi lintas sektor untuk menciptakan generasi sehat bebas stunting," ujar Bupati dua periode ini.

Baca Juga : Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Pangkep Siap Dukung Program Strategis Nasional

Yusran secara tegas mengingatkan pentingnya transparansi dalam penyaluran bantuan. "Bantuan harus tepat sasaran. Saya tidak toleransi jika ada pejabat yang mengutamakan keluarga sendiri padahal tidak memenuhi kriteria," tegasnya.

Kepala DP2KBP3A Nurlia Sanusi menjelaskan, program ini fokus pada perlindungan kelompok rentan. "Kami memberikan pendampingan khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko stunting," jelas Nurlia.

Melalui Surat Keputusan yang telah diterbitkan, setiap kepala OPD diwajibkan memiliki minimal dua anak asuh, sedangkan pejabat eselon III dan IV masing-masing satu anak asuh. "Dengan sistem ini, setiap OPD bisa menangani 5-10 anak asuh," tambah Nurlia.

Baca Juga : BBPOM Makassar Gandeng Pemkab Pangkep Wujudkan Pangan Aman

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024, prevalensi stunting di Pangkep menunjukkan penurunan dari 30% menjadi 25,2%. Namun, pemantauan terakhir melalui EPPGBM per Februari 2025 mencatat 2.132 anak stunting yang tersebar di 13 kecamatan.

Kecamatan dengan kasus tertinggi adalah:

- Labakkang (349 anak)

Baca Juga : Bupati Pangkep Pimpin ASN Bersepeda ke Kantor, Program Bike to Work Mulai Digalakkan

- Bungoro (336 anak)

- Ma'rang (274 anak)

Program GENTING menargetkan penyediaan 2.132 orang tua asuh untuk mendampingi kasus-kasus tersebut. "Ini merupakan upaya percepatan penurunan stunting yang melibatkan seluruh komponen masyarakat," pungkas Nurlia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pangkep #Bupati Pangkep #Wakil Bupati Pangkep #Stunting
Youtube Jejakfakta.com