Jumat, 27 Juni 2025 19:47

Pemkot Makassar Rancang Roadmap Penertiban Parkir Liar, Target Rampung Maksimal Tiga Tahun

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Rapat koordinasi lintas sektor penataan ulang sistem parkir dengan menargetkan penertiban parkir liar secara terpadu di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (27/6/2025) petang. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Rapat koordinasi lintas sektor penataan ulang sistem parkir dengan menargetkan penertiban parkir liar secara terpadu di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (27/6/2025) petang. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Salah satu titik rawan adalah kawasan Mal Panakkukang, tempat banyak karyawan memilih parkir di jalan karena tarif parkir progresif yang mahal.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (Appi-Aliyah) menggagas penataan ulang sistem parkir dengan menargetkan penertiban parkir liar secara terpadu dan terukur dalam waktu maksimal tiga tahun.

Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (27/6/2025) petang. Rapat tersebut melibatkan Ditlantas Polda Sulsel, TNI, PD Parkir, Dinas Perhubungan, Dinas Tata Ruang, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan perlunya roadmap sebagai panduan bersama agar upaya penataan parkir memiliki arah yang jelas dan target waktu yang terukur.

Baca Juga : Kota Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026, Appi: 81 Ribu Pekerja Terlindungi

“Kita harus punya roadmap dengan target yang realistis. Tidak boleh lebih dari dua atau tiga tahun untuk menyelesaikan persoalan parkir liar ini,” tegas Munafri.

Ia menyoroti bahwa penertiban rutin dan penggunaan alat sejauh ini belum berdampak signifikan. Karena itu, Pemkot mendorong pendekatan baru, termasuk pembangunan gedung parkir (vertical parking) dan kolaborasi dengan pihak swasta.

Munafri menyebut kawasan Boulevard sebagai contoh yang membutuhkan fasilitas parkir vertikal. “Kita bisa gandeng mal atau pemilik lahan kosong untuk membangun kantong parkir. Ini juga akan meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Baca Juga : Di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Strategi Makassar Bangun PAUD Inklusif dan Ramah Iklim

Di sisi lain, penegakan hukum juga menjadi perhatian. Ia menyoroti praktik parkir campuran (serong dan paralel) yang menimbulkan kekacauan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Kalau mau paralel, ya semua harus paralel. Jangan campur. Ini aturan yang harus ditegakkan dengan konsisten,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot akan menetapkan dua jalur percontohan kawasan parkir tertib untuk diterapkan secara ketat sebelum diperluas ke wilayah lain.

Baca Juga : Rakor Bersama TNI-Polri, Munafri Instruksikan Camat-Lurah Gencarkan Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda

Plt Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, juga menekankan perlunya sinergi. Ia menyebut Satgas Penertiban Parkir telah dibentuk dan rutin turun ke lapangan, meski menghadapi tantangan seperti bocornya informasi sebelum operasi dilakukan.

Menurutnya, salah satu titik rawan adalah kawasan Mal Panakkukang, tempat banyak karyawan memilih parkir di jalan karena tarif parkir progresif yang mahal. Ia telah mengusulkan sistem tarif flat untuk karyawan, namun belum disetujui pihak mal.

“Tarif flat Rp5.000 saja untuk karyawan, tapi ditolak. Akhirnya mereka parkir di bahu jalan,” jelas Adi.

Baca Juga : Appi Tak Mau PSEL Makassar Dipaksakan, Penolakan Warga Tamalanrea Jadi Pertimbangan

Ia juga menyinggung soal pengembangan kawasan yang tidak sesuai tata ruang, menyebabkan minimnya infrastruktur parkir di daerah yang berubah fungsi menjadi area komersial.

“Awalnya itu pemukiman, tapi sekarang jadi restoran, warung. Akhirnya parkir semrawut,” tambahnya.

Adi mengajak semua pihak untuk duduk bersama membahas masalah hingga ke akar persoalan, termasuk dugaan praktik setoran liar.

Baca Juga : Appi Paparkan Sapta MULIA di Hadapan Praja IPDN: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia

“Kalau mau konkret, semua harus terlibat. Termasuk usut siapa yang izinkan parkir liar dan ke mana aliran uangnya,” tandasnya.

Munafri berharap rapat ini menjadi awal komitmen bersama untuk menangani persoalan parkir dan kemacetan secara kolaboratif dan tidak saling menyalahkan.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Parkir Liar #Munafri Arifuddin #PD Parkir #Kemacetan #penataan kota #parkir vertikal #Dishub #Polda Sulsel #Aliyah Mustika Ilham
Youtube Jejakfakta.com