Jumat, 04 Juli 2025 10:03

Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi Kota di Forum Dunia WCSMF 2025 di Wina

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat jadi pembicara dalam World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Wina, Austria, Kamis (3/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat jadi pembicara dalam World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Wina, Austria, Kamis (3/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Munafri menekankan bahwa inovasi kota bukan hanya soal teknologi, tetapi juga nilai-nilai lokal yang membimbing kepemimpinan.

Jejakfakta.com, VIENNA – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tampil memukau sebagai pembicara dalam World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Wina, Austria. Dalam forum bergengsi tersebut, Munafri memaparkan bagaimana kearifan lokal menjadi fondasi inovasi pelayanan publik dan pembentukan identitas kota Makassar.

“Merupakan kehormatan dapat berdiri bersama para pemimpin kota dunia yang memahami betapa menantangnya mengelola sebuah kota,” ujar Munafri dalam pidatonya, Kamis (3/7/2025).

Ia tampil satu panggung bersama tokoh-tokoh penting seperti Low Yen Ling (Mayor & Senior Minister of State, Singapura), Alfonso Gomez (Wali Kota Jenewa), dan Chee Hong Tat (Menteri Pembangunan Nasional Singapura).

Baca Juga : Rakor PAD 2026, Wali Kota Makassar Targetkan Pendapatan Tembus Rp2,7 Triliun

Dengan nada hangat, Munafri memperkenalkan diri dan Kota Makassar kepada para delegasi. Ia kemudian mengulas dua program unggulan yang menjadi tonggak transformasi kota: Makassar Super App dan Makassar Creative Hub.

Digitalisasi Pelayanan Publik Lewat Super App

Munafri menjelaskan bahwa sebelum menjabat, Pemkot Makassar mengelola hampir 400 aplikasi digital terpisah yang membuat layanan publik tidak efisien. Melalui Makassar Super App, semua layanan kini terintegrasi dalam satu platform.

Baca Juga : Akademisi Apresiasi Penataan PKL Makassar: Trotoar Kembali ke Pejalan Kaki, Ekonomi Rakyat Tetap Hidup

“Warga bisa mengakses layanan, mengajukan keluhan, dan menerima pembaruan secara real-time di satu tempat,” jelasnya. Inovasi ini, lanjutnya, tak hanya menyederhanakan proses administratif, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi pemerintahan.

Makassar Creative Hub, Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda

Selain transformasi digital, Munafri juga menyoroti penguatan ekonomi kreatif lewat Makassar Creative Hub. Fasilitas ini menjadi wadah kolaborasi, inkubasi ide, dan pengembangan keterampilan bagi generasi muda Makassar.

Baca Juga : Golden Leader JMSI 2026 untuk Makassar, Diterima pada Malam Anugerah HUT ke-6 JMSI

“Kami mendengarkan aspirasi anak muda yang ingin meningkatkan keterampilan dan menciptakan karya,” ujarnya. Ekosistem ini mendukung sektor seni, kuliner, fesyen, konten digital, dan industri kreatif lainnya.

Sebagai Konsul Kehormatan Republik Kroasia di Makassar, Munafri menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif dan membuka lapangan kerja baru.

Apresiasi Internasional untuk Kota Makassar

Baca Juga : Gerai Mandar di Makassar, Solusi Akses Produk Lokal dan Pelestarian Budaya

Forum WCSMF 2025 mengangkat tema "Delivering Trusted and Efficient City Services". Munafri menekankan bahwa inovasi kota bukan hanya soal teknologi, tetapi juga nilai-nilai lokal yang membimbing kepemimpinan.

Paparan Wali Kota Makassar mendapat apresiasi dari para peserta forum. Banyak yang menilai pendekatan Makassar sebagai contoh harmonisasi antara teknologi dan budaya lokal.

WCSMF merupakan forum tahunan yang mempertemukan pemimpin kota dari seluruh dunia untuk berbagi praktik terbaik, solusi kebijakan, serta memperkuat kolaborasi menuju pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #WCSMF 2025 #Makassar Super App #Makassar Creative Hub #inovasi kota #World Cities Summit #Pelayanan Publik #Ekonomi Kreatif
Youtube Jejakfakta.com