Ahad, 13 Juli 2025 13:10

Pemkot Makassar dan Pegadaian Konsolidasikan Bank Sampah, Targetkan Zero Waste 2029

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kolaborasi dengan PT Pegadaian dalam pengelolaan bank sampah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kolaborasi dengan PT Pegadaian dalam pengelolaan bank sampah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Sejak 2018, Pegadaian secara aktif membina bank-bank sampah di wilayah masing-masing.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Pegadaian, yang mengonsolidasikan pengelolaan bank sampah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Konsolidasi ini dilaksanakan dalam kegiatan yang digelar di Kantor Pegadaian Wilayah IV Makassar, Jalan Pelita, Minggu (13/7/2025), melibatkan perwakilan bank sampah dari Makassar, Gowa, Pinrang, hingga Bulukumba.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong kesadaran masyarakat tentang nilai ekonomi dari sampah.

Baca Juga : Dari Keluhan Sampah Jadi Kampung Zero Waste, BSU Nurul Ilmi Manggala Bangun Ekosistem Lingkungan Berkelanjutan

“Melalui sinergi ini, Pemkot Makassar optimistis target Zero Waste 2029 dapat tercapai secara bertahap dan terukur,” ujar Helmy Budiman.

Helmy juga mencontohkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang sudah berjalan, mulai dari penggunaan enzim pengurai di Hotel Merkur hingga program penukaran sampah menjadi tabungan emas yang diinisiasi Pegadaian.

“Ini contoh konkret bagaimana sampah bisa punya nilai baru dan menjadi peluang ekonomi. Harapannya, langkah-langkah seperti ini bisa menginspirasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tambah Helmy.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Perkuat Diplomasi Makassar di Peringatan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika Serikat

Pemkot Makassar, lanjutnya, berkomitmen memperkuat edukasi dan kolaborasi agar pengurangan sampah menjadi budaya masyarakat, bukan sekadar wacana. Selain itu, konsolidasi ini juga meliputi pelatihan, penguatan kelembagaan bank sampah, hingga program insentif untuk mempercepat tercapainya lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Deputy Operasional Kantor Wilayah IV Pegadaian Makassar, Jainuddin, menyebutkan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh program pembinaan bank sampah yang telah dijalankan sejak 2018.

“Sejak 2018, Pegadaian secara aktif membina bank-bank sampah di wilayah masing-masing. Konsolidasi ini penting untuk membahas tantangan yang dihadapi dan memberikan arahan tambahan,” jelas Jainuddin.

Baca Juga : Munafri Gerakkan RT/RW Kelola Sampah dari Rumah, Siapkan Hadiah Rp100 Juta untuk Lingkungan Terbaik

Ia menambahkan, selain edukasi, Pegadaian juga memberikan fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung operasional bank sampah. Salah satu program unggulan yang dibahas dalam konsolidasi adalah penukaran sampah menjadi tabungan emas.

“Di Kota Makassar sudah 30 bank sampah binaan kita. Masyarakat bisa menabung dari sampah, dan pada akhirnya, hal ini memberi motivasi baru dalam mengelola sampah,” kata Jainuddin.

Menurutnya, melalui sinergi antara Pegadaian dan bank sampah, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng Jepang Terapkan Smart JAMP, Perkuat Sistem Mitigasi Banjir Real-Time

“Target kita jelas: mengolah sampah, menabung emas, dan mendorong terwujudnya Zero Waste di Makassar,” tutup Jainuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#bank sampah #zero waste #Pegadaian #tabungan emas #pengelolaan sampah #lingkungan bersih #Pemkot Makassar
Youtube Jejakfakta.com