Rabu, 23 Juli 2025 19:14

Ruang Jahit Dekranasda Resmi Dibuka, Dorong Kemandirian Perempuan Lewat Kerajinan Lokal

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan kegiatan Ruang Jahit sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjahit berbasis kerajinan lokal, di Gedung PKK Lantai 3, Rabu (23/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan kegiatan Ruang Jahit sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjahit berbasis kerajinan lokal, di Gedung PKK Lantai 3, Rabu (23/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Peserta ditargetkan dapat menyelesaikan satu set baju bodo, pakaian tradisional khas Sulawesi Selatan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan kegiatan Ruang Jahit sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjahit berbasis kerajinan lokal, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan di Gedung PKK Lantai 3 dan diikuti oleh 30 penjahit pemula.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi oleh Dekranasda Kota Makassar dengan mengusung tema “Perajin Perempuan Mulia, Berdaya Saing Global.”

Dalam sambutannya, Melinda Aksa menegaskan pentingnya peran perempuan dalam ekonomi kreatif. Ia mendorong agar para perajin perempuan tidak hanya terbatas di ruang domestik, namun mampu bersaing di pasar global melalui karya yang berkualitas dan berciri khas lokal.

Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah

“Perempuan perajin bukan hanya berkarya dalam ruang domestik, tetapi juga mampu tampil, tumbuh, dan bersaing di pasar dunia,” ujar Melinda.

Ia berharap Ruang Jahit menjadi wadah aktualisasi bagi perempuan Makassar dalam mengembangkan potensi dan kreativitas, serta menghasilkan karya berdaya saing tinggi.

“Saya percaya produk kerajinan tangan Kota Makassar memiliki potensi luar biasa. Dari tenun, sulam, bordir, hingga busana siap pakai, semuanya menyimpan nilai budaya yang khas,” tambahnya.

Baca Juga : Ketua Dekranasda Makassar Dorong Kerajinan Lokal Jadi Identitas dan Penggerak Ekonomi

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung pelatihan perdana. Dalam sesi awal, peserta dikenalkan pada teknik dasar menjahit seperti penggunaan alat, pengukuran, pemotongan kain, hingga penyusunan pola.

Pelatihan ini dibimbing oleh instruktur dari Dekranasda dan guru tata busana SMK Negeri 8 Makassar, Dra. Iting. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok dan mengikuti pelatihan intensif setiap hari.

Selama pelatihan satu bulan ini, peserta ditargetkan dapat menyelesaikan satu set baju bodo, pakaian tradisional khas Sulawesi Selatan, sebagai hasil konkret pelestarian budaya sekaligus keterampilan mereka.

Baca Juga : Rakerda Bunda PAUD Makassar 2026: Perkuat Sinergi, Lahirkan Inovasi Layanan Anak Usia Dini

Dukungan juga datang dari Bosowa Education yang menyumbangkan 10 unit mesin jahit, 1 mesin obras, dan 1 mesin neci untuk menunjang praktik menjahit peserta.

Melinda berharap pelatihan ini menjadi titik awal bagi para perempuan perajin untuk mandiri secara ekonomi dan menembus pasar lebih luas melalui kerajinan lokal yang bernilai budaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#dekranasda makassar #Ruang Jahit #pelatihan menjahit #pemberdayaan perempuan #kerajinan lokal #baju bodo #melinda aksa #Ekonomi Kreatif
Youtube Jejakfakta.com