Senin, 04 Agustus 2025 12:14

Makassar Pamerkan Inovasi Super Apps Lontara+ dan MCH di Forum Internasional IACSC 2025

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri konferensi internasional International Academic Consortium for Sustainable Cities (IACSC) 2025 di Hotel Universitas Hasanuddin, Senin (4/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri konferensi internasional International Academic Consortium for Sustainable Cities (IACSC) 2025 di Hotel Universitas Hasanuddin, Senin (4/8/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Lontara+, sebuah super app yang mengintegrasikan 358 layanan digital Pemerintah Kota Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mempromosikan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota Makassar, yakni aplikasi Lontara+ dan Makassar Creative Hub (MCH), dalam konferensi internasional International Academic Consortium for Sustainable Cities (IACSC) 2025 yang berlangsung di Hotel Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (4/8/2025).

Dalam forum yang dihadiri para akademisi dan pemimpin kota dari berbagai negara tersebut, Munafri memaparkan strategi pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Ia memperkenalkan visi MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan) sebagai arah pembangunan Kota Makassar.

“Makassar tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah perubahan global. Kita ingin menjadi pemain utama, kota pemimpin yang tumbuh bersama,” tegas Munafri.

Baca Juga : Janji Munafri-Aliyah Terbukti: 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Kepulauan Makassar, Pete-pete Laut Segera Beroperasi

Lontara+: Integrasi 358 Layanan Publik dalam Genggaman

Salah satu inovasi utama yang dipresentasikan adalah Lontara+, sebuah super app yang mengintegrasikan 358 layanan digital Pemerintah Kota Makassar. Mulai dari administrasi kependudukan, informasi publik, hingga pengaduan warga, seluruh layanan kini dapat diakses dalam satu platform.

“Dengan Lontara+, semua layanan kota bisa diakses dalam genggaman. Inilah bentuk nyata digitalisasi pemerintahan yang inklusif,” ujarnya.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

MCH: Ruang Kreatif dan Produktif bagi Generasi Muda

Munafri juga memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH), pusat pelatihan keterampilan dan inovasi yang dirancang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi pasar kerja modern.

“Banyak anak muda hanya punya keterampilan dasar setelah lulus. Di MCH, kami bantu mereka punya spesialisasi dan daya saing,” jelas Munafri.

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Selain inovasi digital dan kreatif, Munafri juga menyoroti program sosial seperti penyediaan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat prasejahtera. Program ini difokuskan pada lingkungan padat penduduk dan sekolah.

Dalam pemaparannya, Munafri menyampaikan tujuh misi strategis pembangunan, di antaranya peningkatan daya saing ekonomi, kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, pemerintahan responsif, inklusi sosial, serta pelestarian lingkungan.

Konferensi IACSC 2025 menjadi ajang penting bagi Makassar untuk menegaskan posisinya sebagai gerbang Indonesia Timur dan kota perdagangan strategis dengan warisan budaya yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Lontara+ #MCH #IACSC 2025 #Munafri Arifuddin #Super App #kota berkelanjutan #Smart City #Digitalisasi Layanan Publik #Makassar Creative Hub
Youtube Jejakfakta.com