Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya dalam membangun kota secara inklusif dan berbasis riset, termasuk untuk wilayah kepulauan. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), yang dilaksanakan di Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Selasa (5/8/2025).
MoU ini ditandatangani langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa. Kolaborasi ini mencakup pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penataan wilayah pesisir dan kepulauan, penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan kawasan terpadu seperti Untia.

“MoU ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk komitmen untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, baik di darat maupun di kepulauan,” tegas Munafri.
Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada
Dalam waktu dekat, Pemkot dan Unhas berencana melakukan kunjungan langsung ke wilayah kepulauan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus merumuskan solusi konkret berbasis riset.
Munafri menyoroti pentingnya pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat pesisir, terutama di pulau-pulau yang selama ini masih tertinggal dari segi infrastruktur dan pelayanan dasar.
“Warga pulau juga punya hak atas pembangunan yang adil. Kita perlu pola komunikasi dan kolaborasi baru dengan Unhas,” tambahnya.
Baca Juga : Menuju 10 Besar, 68 Kandidat Rebut Kursi Komisioner BAZNAS Makassar
Selain pembangunan kepulauan, kerja sama ini juga mencakup penanganan banjir melalui pengelolaan drainase, perencanaan tata ruang, serta pembangunan kawasan rendah risiko bencana. Pemkot juga akan mengembangkan kawasan Untia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur baru, termasuk stadion.
Di sisi lain, Unhas menyambut positif kerja sama ini. Rektor Prof. Jamaluddin Jompa menyatakan kesiapan kampusnya untuk menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan sains.
“Kita tidak boleh hanya dekat secara geografis, tapi juga dekat dalam kerja nyata. Unhas siap hadir dalam setiap tantangan pembangunan kota,” ujarnya.
Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar
Rektor juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat di wilayah sekitar kampus serta kepulauan. Ia menyoroti berbagai kesenjangan sosial yang masih terjadi dan perlunya solusi konkret.
Unhas juga tengah mengembangkan teknologi cold storage berbasis tenaga surya bekerja sama dengan mitra dari Jepang. Teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan nilai jual ikan tangkapan nelayan untuk pasar ekspor.
Lebih lanjut, Prof. Jamaluddin menyebut Makassar sebagai kota ideal untuk menjadi laboratorium penerapan riset karena kompleksitas tantangan serta peluang besar yang dimilikinya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama
“Makassar punya potensi besar sebagai pusat kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri. Kami siap mendorong transformasi kawasan Indonesia Timur,” tegasnya.
Penandatanganan MoU ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah kota dalam menjawab tantangan urbanisasi, pembangunan wilayah pinggiran, dan transformasi berkelanjutan berbasis data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




