Kamis, 02 Oktober 2025 14:04

Pangkep Jadi Daerah Percontohan Rumah Singgah Induk Rajungan

Editor : Editor JF
Penulis : Sherine Grace
Penetapan Pangkep sebagai daerah percontohan (pilot project) pembentukan Rumah Singgah Induk Rajungan (Rusira), hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Kamis (2/10/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep
Penetapan Pangkep sebagai daerah percontohan (pilot project) pembentukan Rumah Singgah Induk Rajungan (Rusira), hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Kamis (2/10/2025). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep

Pangkep sebagai salah satu penghasil rajungan terbesar di Sulawesi Selatan, dengan komitmen pemerintah daerah yang kuat terhadap kelestarian sumber daya perikanan.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project) untuk pembentukan Rumah Singgah Induk Rajungan (Rusira). Inisiatif strategis ini digagas oleh Pusat Kolaborasi Riset Kepiting Berkelanjutan Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penetapan ini merupakan hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Kamis (2/10/2025). FGD tersebut menjadi langkah nyata awal dalam merajut kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan rajungan yang berkelanjutan di wilayah Pangkep.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menyambut baik penunjukan daerahnya sebagai pilot project. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan nelayan rajungan setempat.

Baca Juga : Satu Tahun Munafri–Aliyah: Di Balik Angka Pertumbuhan, Sosiolog Unhas Bicara Soal Wajah Sosial Makassar

“Kita tentu mendukung penuh upaya ini. Harapannya bisa menjaga kelestarian rajungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kita,” ujar Bupati Yusran.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran para nelayan dalam menjaga siklus hidup rajungan. “Kalau ada rajungan yang sedang bertelur, sebaiknya dikembalikan ke laut agar populasinya tetap terjaga. Kolaborasi ini adalah cara kita memberi timbal balik kepada alam,” tegasnya.

Dosen Unhas, Prof. Yushinta Fujaya, mengungkapkan alasan pemilihan Pangkep sebagai lokasi percontohan. Ia menyebut Pangkep sebagai salah satu penghasil rajungan terbesar di Sulawesi Selatan, dengan komitmen pemerintah daerah yang kuat terhadap kelestarian sumber daya perikanan.

Baca Juga : Pemkot Makassar–Unhas Perkuat Tata Kelola Pulau, Pembangunan Kepulauan Tak Boleh Tertinggal

“Saya dapat laporan, nelayan di Pangkep sudah tidak lagi mengambil kepiting bertelur. Kalau menemukan, mereka mengembalikannya ke laut. Artinya sudah ada kepedulian dari nelayan dan pemerintah daerah. Sehingga, harapannya bisa berhasil program ini,” jelas Prof. Yushinta.

Ia menambahkan bahwa Rusira merupakan bagian integral dari program Crab Sanctuary atau Suaka Kepiting yang dikembangkan Unhas. Program ini berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu rumah singgah induk rajungan, rumah edukasi masyarakat dan nelayan, serta pengembangan wisata edukasi rajungan.

“Kalau ini bisa jalan, mahasiswa bisa wisata sambil belajar. Kelompok bisa dapatkan donasi mandiri, sehingga kita yakin bisa sustain (berkelanjutan),” tambahnya.

Baca Juga : Dari Ruang Media ke Ruang Kuliah: Andi Widya Warsa Syadzwina Menyelesaikan Perjalanan Doktoral dengan Penuh Makna

Prof. Yushinta berharap agar seluruh pihak dapat mendukung program ini, bukan hanya dari kalangan akademisi, tetapi juga para nelayan dan pengusaha, demi kesuksesan dan keberlanjutannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemda Pangkep #Rajungan #Unhas
Youtube Jejakfakta.com