Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggagas pelaksanaan “Bulan UMKM Makassar” sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dan memperluas daya saing pelaku usaha kecil.

Gagasan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Gebyar UMKM Fiesta 2025 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga : HUT ke-419 Makassar: Bedah 419 Rumah, Nikah Massal Gratis hingga Layanan Kesehatan

“Kegiatan seperti ini sebaiknya tidak hanya berlangsung dua hari. Tahun depan kita dorong agar menjadi Bulan UMKM, berlangsung dua minggu bahkan sebulan penuh,” ujar Munafri.
Munafri menegaskan, pemerintah hadir secara nyata untuk mendukung UMKM naik kelas melalui pendampingan, regulasi, sertifikasi, dan akses permodalan yang berkelanjutan.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting menjaga stabilitas ekonomi, terutama ketika sektor industri besar mengalami fluktuasi.
Baca Juga : Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar
“UMKM selalu menjadi motor penggerak ekonomi. Saat industri besar melemah, UMKM justru mampu bertahan dan menumbuhkan ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga menyoroti pentingnya regulasi dan sertifikasi agar UMKM dapat menembus pasar ekspor. Ia menekankan bahwa sertifikasi laik higienis dan sanitasi wajib dimiliki pelaku usaha makanan dan minuman untuk menjamin kepercayaan konsumen.
Dalam kesempatan itu, Munafri mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat jejaring UMKM dan memperluas akses keuangan.
Baca Juga : Dampingi Pelepasan Kontingen KONI Makassar, Kadispora Syamsul Bahri Dukung Target 200 Emas PORPROV 2026
Ia meminta Dinas Koperasi memperhatikan kemudahan akses perbankan serta memperkuat pendampingan dalam pengelolaan keuangan.
“Pendampingan tidak hanya pada produk, tapi juga manajemen keuangan agar pelaku usaha bisa menata arus kas dan memastikan pertumbuhan usaha yang terukur,” ujarnya.
Munafri juga menilai pentingnya pemberian insentif dan jaminan bahan baku sebagai bentuk stimulus pemerintah bagi pelaku UMKM agar tetap produktif.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Buktikan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Berjasa Raih Penghargaan Nasional
“Kontinuitas bahan baku harus dijaga. Jangan sampai usaha bagus terhenti karena pasokan tidak stabil,” tegasnya.
Selain kualitas, Munafri menekankan pentingnya inovasi kemasan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk UMKM.
Ia berharap kegiatan seperti UMKM Fiesta tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan, tetapi juga wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Kompak di KMI 2026, Buka Jalan Musisi Makassar ke Panggung Dunia
“Produk bagus tapi kemasannya tidak menarik akan sulit bersaing. Kegiatan seperti ini harus disertai pelatihan agar UMKM makin kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Gebyar UMKM Fiesta bukan sekadar ajang pameran, tetapi gerakan bersama memperkuat ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal Makassar mampu bersaing melalui kreativitas dan gotong royong,” ungkap Aliyah.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui program pendampingan, fasilitasi, dan jejaring usaha yang berkelanjutan.
“Kami ingin membuka ruang yang lebih besar agar pelaku UMKM naik kelas dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi kota yang inklusif,” tuturnya.
Aliyah juga mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan Makassar sebagai kota kreatif, produktif, dan berdaya saing.
“Dari UMKM-lah, kemandirian ekonomi daerah bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



