Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan langkah progresif dalam perlindungan sosial. Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Makassar resmi meluncurkan Program Jaminan Hari Tua (JHT) bagi pekerja rentan sekaligus Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial (PERISAI), di Atrium Mal Trans Studio Makassar. Senin (12/1/2026).
Peluncuran ini menandai Makassar sebagai kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program JHT khusus bagi pekerja rentan, melengkapi dua program perlindungan sebelumnya, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Tak hanya itu, kehadiran Agen Perisai menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan, memastikan pekerja sektor informal dan rentan benar-benar mendapatkan hak perlindungan sosialnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah
Perlindungan Pekerja Capai 53 Persen
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar sekaligus Ketua Panitia, Zainal Ibrahim, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional BPJS Ketenagakerjaan dan telah terintegrasi dengan program prioritas Pemkot Makassar.
“Saat ini pekerja yang sudah terlindungi mencapai lebih dari 292 ribu orang, atau sekitar 53 persen. Artinya masih ada 47 persen pekerja yang perlu kita dorong agar terlindungi,” ujar Zainal.
Ia juga menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan beasiswa pendidikan bagi keluarga peserta yang kurang mampu, dengan total penerima mencapai lebih dari 52 ribu orang.
“Pemkot Makassar optimistis 72 ribu pekerja rentan akan mulai dibayarkan kepesertaannya pada Februari mendatang,” pungkasnya.
Munafri: Negara Tidak Boleh Abai
Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan yang selama ini rawan kehilangan penghasilan akibat risiko kerja.
“Program ini memberikan rasa aman. Risiko kecelakaan kerja bisa datang kapan saja. Kini ada perlindungan kecelakaan, kematian, dan kita tambahkan jaminan hari tua sebagai tabungan masa depan,” jelasnya.
Munafri yang akrab disapa Appi menyebutkan, pada tahap awal Pemkot akan mencakup 45 pekerja untuk program JHT, dengan target besar di tahun berjalan dan tahun berikutnya.
Baca Juga : Catut Nama Wakil Wali Kota, Modus Sumbangan Masjid Berujung Penipuan, Warga Makassar Diminta Waspada
“Tahun ini target kita 72 ribu orang, dan bisa meningkat menjadi 132 ribu pekerja tahun depan. Karena itu, pemerintah ikut terlibat aktif melalui Agen Perisai untuk mempercepat akselerasi,” ungkapnya.
BPJS Apresiasi Makassar Jadi Role Model Nasional
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Irawan Buntoro, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Makassar yang dinilainya berani menjadi pelopor.
Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada
“Makassar adalah kota pertama yang meluncurkan program ini. Ini akan menjadi contoh bagi daerah lain. Jaminan sosial adalah wujud negara hadir, dan kita semua bertanggung jawab mengawal keberlanjutannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari misi jangka panjang nasional dalam memperluas cakupan perlindungan sosial pekerja rentan di Indonesia.
Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional ini tidak lepas dari peran ATAYA PRO EO, event organizer profesional yang dipercaya secara penuh oleh Pemerintah Kota Makassar untuk menangani keseluruhan konsep, perencanaan, hingga pelaksanaan acara.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang kuat, ATAYA PRO EO mampu mengemas acara pemerintahan secara profesional, tertata, dan komunikatif, sehingga pesan utama program dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




