Jumat, 30 Januari 2026 22:21

Dari Isra Mi’raj Menuju Ramadan, Munafri Tekankan Salat sebagai Fondasi Integritas ASN Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah tingkat Pemerintah Kota Makassar Tahun 2026 di Masjid Rahmatul Ilham, Jumat (30/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah tingkat Pemerintah Kota Makassar Tahun 2026 di Masjid Rahmatul Ilham, Jumat (30/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat disiplin salat dan keimanan, sekaligus membangun integritas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai refleksi spiritual yang berdampak langsung pada kedisiplinan ibadah dan etos kerja, khususnya bagi jajaran aparatur pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah tingkat Pemerintah Kota Makassar Tahun 2026 di Masjid Rahmatul Ilham, Jumat (30/1/2026), yang diikuti oleh ASN lingkup Pemkot Makassar.

Menurut Munafri, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa bersejarah, melainkan mengandung perintah fundamental umat Islam, yakni kewajiban salat lima waktu yang menjadi tiang agama sekaligus pembentuk karakter.

Baca Juga : Munafri Buka Makassar Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang perintah salat sebagai fondasi kehidupan. Salat bukan hanya ritual ibadah, tetapi membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah pemerintahan,” ujar Munafri.

Ia juga mengingatkan bahwa umat Islam kini berada di bulan Sya’ban, fase penting sebagai jembatan menuju Ramadan. Munafri mengibaratkan Sya’ban sebagai masa persiapan sebelum memasuki musim panen pahala di bulan suci.

“Sya’ban adalah waktu menyiapkan diri. Jika lahannya sudah diolah dengan baik, maka saat Ramadan tiba kita bisa memaksimalkan ibadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Pembaruan Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Akuntabilitas Pemerintah

Munafri turut meminta seluruh perangkat daerah agar terus menghadirkan kegiatan keagamaan secara konsisten. Ia menilai peringatan hari besar Islam tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai historis dan moral yang penting dalam memperkuat budaya kerja yang beretika dan beriman.

“Kegiatan keagamaan ini harus menjadi ruang untuk saling mengingatkan, memperkuat nilai keimanan, serta membangun suasana birokrasi yang lebih humanis dan berintegritas,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk serta memanfaatkan momentum hari Jumat sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa demi kemajuan Kota Makassar dan kesejahteraan masyarakatnya.

Baca Juga : Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustaz Rahmat Qayyum yang mengulas makna spiritual perjalanan Isra Mi’raj serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam dan penyelenggaraan pemerintahan yang berlandaskan nilai kejujuran dan amanah. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Isra Mi’raj Makassar #Pemkot Makassar #ASN Makassar #Ramadan 2026 #salat lima waktu #Pemerintahan Berintegritas #Sya’ban
Youtube Jejakfakta.com