Selasa, 03 Maret 2026 18:11

Revitalisasi Terminal Daya Dikebut, Munafri Pastikan Aset Clear and Clean

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan, dan jajaran Kemenhub di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan, dan jajaran Kemenhub di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan proses pengalihan aset clear and clean bersama Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan terminal modern dan terintegrasi.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perhubungan terus mematangkan langkah percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A.

Melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan, dan jajaran Kemenhub di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026), kedua pihak berkomitmen mempercepat proses pengalihan aset sebagai fondasi utama pembenahan terminal terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut.

Revitalisasi Terminal Daya tidak hanya diproyeksikan sebagai pembaruan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai upaya strategis menjadikan terminal ini sebagai simpul transportasi regional yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung mobilitas penumpang dan angkutan logistik.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal

Langkah ini dinilai krusial bagi Makassar sebagai kota dagang dan jasa yang membutuhkan sistem transportasi publik tertata dan berdaya saing. Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar proses pengalihan dan penataan kawasan Terminal Daya berjalan tuntas serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut ditegaskan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Pengalihan Terminal Penumpang Tipe A Terminal Daya dari Pemerintah Kota Makassar kepada Kementerian Perhubungan di Balai Kota Makassar.

“Pentingnya percepatan proses pengalihan aset menjadi kunci utama revitalisasi Terminal Daya agar dapat berfungsi optimal sebagai terminal regional dan simpul transportasi publik yang terintegrasi,” jelas Appi.

Baca Juga : Tahun 2026, Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN

Ia menjelaskan, saat ini proses penyerahan aset dari Perumda Terminal ke Pemerintah Kota Makassar masih dalam tahap audit guna memastikan status lahan dan administrasi, sebelum nantinya diserahkan ke Kementerian Perhubungan.

“Proses pengalihan ini menjadi inti dari semua persoalan yang akan kita selesaikan di tempat ini. Kami ingin memastikan pada saat peralihan tidak ada lagi hal yang mengganjal. Aset harus clear and clean,” tegasnya.

Munafri menambahkan, secara regulasi aset Terminal Daya sebelumnya telah diserahkan kepada Perumda Terminal melalui Peraturan Daerah (Perda). Karena itu, proses pengambilalihan kembali juga harus melalui mekanisme Perda.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Warga Perkuat Ukhuwah di Bulan Suci Ramadan

Kawasan Terminal Daya, lanjutnya, direncanakan menjadi terminal terintegrasi dengan pelayanan AKAP dan infrastruktur yang lebih modern. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Makassar juga berkomitmen menyiapkan terminal Tipe C sebagai simpul angkutan kota (feeder).

Munafri menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.

Ia menegaskan, Makassar sebagai kota dagang dan jasa membutuhkan pelayanan mobilisasi lalu lintas yang signifikan. Karena itu, revitalisasi terminal yang terintegrasi diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat di sektor logistik dan komersial.

Baca Juga : Buka Puasa Bersama di Makassar, Kepala BPOM RI Apresiasi Kiprah Aliyah Mustika Ilham

“Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Munafri berharap kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Terminal Daya segera berfungsi optimal sebagai simpul transportasi modern dan terintegrasi di Kota Makassar.

“Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin kita bisa memaksimalkan aset ini untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.

Baca Juga : Di Panakkukang, Wali Kota Makassar Minta Warga Sampaikan Aspirasi Lewat LONTARA+

Sementara itu, Toni Tauladan menyampaikan bahwa berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, saat ini masih terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP yang berizin resmi dan beroperasi di Terminal Daya.

Hal tersebut menunjukkan kawasan tersebut masih memiliki bangkitan permintaan angkutan antarprovinsi yang cukup besar. Melalui dukungan APBN, pemerintah pusat dapat mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi Terminal Daya Tipe A.

Dalam proses revitalisasi, Kemenhub akan melakukan identifikasi kebutuhan terminal hingga penyusunan timeline pelaksanaan, sembari menunggu penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemkot Makassar.

Rencana revitalisasi Terminal Tipe A diperkirakan membutuhkan sekitar 12 hektare dari total hampir 14 hektare kawasan Terminal Daya saat ini.

Berdasarkan identifikasi kebutuhan, Terminal Daya Tipe A akan menghadirkan area kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, hingga area pengendapan bus apabila terdapat jeda waktu keberangkatan yang cukup lama.

“Kita akan menggunakan identifikasi kebutuhan minimal seperti gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, dan area pengendapan bus,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pertumbuhan ruang-ruang ekonomi masyarakat di kawasan Terminal Daya. Meski dilakukan revitalisasi, Perumda Terminal tetap dapat melanjutkan kerja sama tersebut demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Tidak sampai 12 hektare yang akan di-P3D-kan. Selebihnya, kerja sama dengan Perumda ini merupakan poin keunggulan dibanding terminal-terminal lain,” katanya.

“Kami harapkan di luar batas yang di-P3D-kan, kerja sama itu tetap bisa berjalan untuk pertumbuhan ekonomi. Jadi dua-duanya bisa berjalan,” lanjutnya.

Toni menambahkan, menjelang masa angkutan Lebaran, Kemenhub juga akan menurunkan tim pengawasan untuk melakukan ramp check dan pemeriksaan kelaikan armada di Terminal Daya guna menjamin keselamatan penumpang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Revitalisasi Terminal Daya #Terminal Daya Makassar #Munafri Arifuddin #Pemkot Makassar #Kementerian Perhubungan #Terminal Tipe A #Pengalihan Aset Terminal #AKAP Makassar #Transportasi Makassar #Terminal Terintegrasi #P3D Terminal #Ramp Check Lebaran #Infrastruktur Transportasi
Youtube Jejakfakta.com