Ahad, 08 Maret 2026 16:39

Puluhan Tahun Langganan Banjir, Pemkot Makassar Perbesar Box Culvert dan Normalisasi Drainase di Manggala

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran air, pengerukan sedimen, hingga penggantian box culvert guna memperbesar kapasitas drainase di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran air, pengerukan sedimen, hingga penggantian box culvert guna memperbesar kapasitas drainase di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Alat berat diturunkan, saluran diperbesar hingga pengerukan sedimen dilakukan untuk mengurai banjir di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Setelah puluhan tahun menjadi kawasan langganan banjir, wilayah Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, akhirnya mulai mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kota Makassar.

Langkah konkret itu terlihat dengan diturunkannya alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran air, pengerukan sedimen, hingga penggantian box culvert guna memperbesar kapasitas drainase di kawasan tersebut.

Program ini menjadi bagian dari upaya penanganan banjir yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, melalui pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian.

Baca Juga : PIP Makassar Hibahkan Aset Strategis untuk Percepat Pembangunan Stadion Untia

Selama bertahun-tahun, kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Makassar yang kerap tergenang setiap musim hujan. Meski berbagai upaya pernah dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya, persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.

Kini, Pemkot Makassar menggandeng akademisi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir yang berulang di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan penanganan di lapangan dilakukan dengan fokus pada peningkatan kapasitas saluran air agar sistem drainase dapat bekerja lebih optimal saat curah hujan tinggi.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Susun Formula Baru TPP ASN dan Gaji PJLP Berbasis Beban Kerja

“Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar dan mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, salah satu langkah penting yang dilakukan adalah penggantian box culvert lama berukuran 50 sentimeter menjadi 80 sentimeter untuk memperbesar kapasitas aliran air.

Perubahan dimensi ini dilakukan karena saluran tersebut berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang terhubung langsung dengan saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang.

Baca Juga : Dari 10 Besar Menuju 5 Pimpinan, Baznas Makassar Cari Figur Amanah dan Profesional

Sebelumnya, ukuran box culvert yang kecil membuat aliran air keluar dari saluran sangat terbatas sehingga proses pembuangan air menuju saluran utama menjadi lambat. Kondisi ini menyebabkan genangan air bertahan lama di kawasan permukiman.

“Karena ukuran box culvert sebelumnya kecil, aliran air yang keluar sangat terbatas sehingga lambat menuju saluran utama di jembatan Jalan Nipa-Nipa,” jelasnya.

Selain penggantian box culvert, Dinas PU juga melakukan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik di Blok 10 Perumnas Antang dengan menggunakan excavator PC berkapasitas 4,5 ton.

Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur

Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling, Kelurahan Manggala, dengan mengangkat sedimen yang selama ini menumpuk di dasar saluran.

Sedimentasi yang mengendap dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas tampung drainase sehingga air mudah meluap saat hujan deras.

“Normalisasi dilakukan sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang untuk mengangkat sedimentasi yang menghambat aliran air,” kata Zuhaelsi.

Baca Juga : Lari, Gowes, hingga Lapor Jalan Rusak Bisa Dapat Hadiah dari Pemkot Makassar

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi awal untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan timur Kota Makassar.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga telah meninjau langsung kawasan Blok 10 Manggala untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara tepat dan menyasar akar persoalan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota ingin memastikan warga di kawasan tersebut tidak lagi harus mengungsi setiap kali musim hujan tiba.

“Kami ingin solusi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga warga tidak lagi harus mengungsi saat musim hujan,” ujar Munafri.

Pemerintah Kota Makassar pun berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir yang lebih terintegrasi, khususnya di kawasan timur kota yang selama ini dikenal rawan genangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#banjir manggala #banjir perumnas antang #solusi banjir #Munafri Arifuddin #drainase Makassar #box culvert #dinas pu makassar #normalisasi drainase antang #penanganan banjir makassar #Blok 10 #Perumnas Antang
Youtube Jejakfakta.com