Jumat, 27 Januari 2023 08:23

Tekan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Program OCSEA UNICEF Sasar Enam Kelurahan di Makassar 

Editor : Nurdin Amir
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Achi Soleman. @Jejakfakta/DokHumasPemkotMakassar
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Achi Soleman. @Jejakfakta/DokHumasPemkotMakassar

Enam kelurahan yang akan menjadi intervensi dalam Program OCSEA selama 2023 hingga April 2024. 

Jejakfakta.com, Makassar -  UNICEF melalui Yayasan BaKTI bekerja sama dengan Pemkot Makassar siap menyukseskan Program Online Child Sexual Exploitationand Abuse (OCSEA)/Pelecehan dan Eksploitasi Seksual Anak Secara Online. 

Apalagi OCSEA ini sejalan dengan program unggulan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yakni Jagai Anakta' sejak periode pertama ia menjabat. 

Di mana Progran Jagai Anakta' merupakan upaya deteksi dini masalah sosial yang kerap melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban kekerasan atau pun kejahatan lainnya dan perlu ditingkatkan. 

Baca Juga : Pesan Idul Fitri dari Muhammadiyah Sulsel: Mengarungi Era Digital dengan Ketakwaan

Kesiapan itu tegas disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Achi Soleman saat melakukan audiensi bersama UNICEF dan Yayasan BaKTI, di Balai Kota Makassar, Kamis (26/01/2023). 

"Jadi ini salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan Yayasan BaKTI melalui support UNICEF untuk mendukung program Pemkot Makassar Jagai Anakta'," kata Achi Soleman melalui siaran pers yang diterima Jejakfakta.com. 

Jika tidak ada kendala, rencananya Program OCSEA akan mulai berjalan di Kota Makassar pada Februari 2023. Sehingga dalam waktu dekat sebelum launching akan dijadwalkan bertemu dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. 

Baca Juga : Terbuka untuk Umum, Pj Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Datang ke Open House Lebaran di Rumah Jabatan

"Insya Allah bulan depan (Februari), ini kita sudah sementara proses," tuturnya. 

Dari 13 item kegiatan, lanjut Achi, tahap awal  UNICEF melalui Yayasan BaKTI akan melakukan penguatan deteksi dini di enam kelurahan dan menyasar layanan perlindungan anak di tingkat kelurahan. 

"Intinya ini bagus, karena sudah lebih kepada deteksi dini  yang dilakukan masyarakat. Jadi masyarakat jangan berpikir kalau ini biasa ji anak-anak begitu, tapi lebih menyasar jika ada apa-apa ini bentuk deteksi dini dari orang tua atau keluarga," lanjutnya. 

Baca Juga : Pj Gubernur Beserta Keluarga Dijadwalkan Sholat Id di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Makassar

"Jadi dia (Yayasan BaKTI-UNICEF) itu punya program yang menyasar anak, orang tua, guru, dan keluarga. Jadi semua komponen di masyarakat ikut terlibat dalam upaya deteksi dini kekerasan seksual," tambah Achi. 

Perwakilan Yayasan BaKTI, Arafah mengatakan  untuk wilayah Makassar ada enam kelurahan yang akan menjadi intervensi dalam Program OCSEA selama 2023 hingga April 2024. 

Tiga kelurahan di Kecamatan Manggala yakni Batua, Manggala, dan Bangkala. Sedangkan di Kecamatan Ujung Tanah yaitu Pattingalloang, Maccini Sombala Kecamatan Tamalate, dan Tamamaung Kecamatan Panakukang. 

Baca Juga : Kunker Komisi V DPR RI, Pj Gubernur Bahtiar Perlihatkan Peta Administrasi Baru Sulsel

"Kelurahan ini sudah kami koordinasikan lebih awal dengan ibu kadis terkait dengan shalter warga, dan kelurahan apa saja yang respon baik pemerintah maupun masyarakatnya sehingga apa yang kita lakukan ini berjalan dengan baik dan lanjut," paparnya. 

Arafah menyebut ada 13 kegiatan inti dalam Program OCSEA. Beberapa diantaranya yakni pelatihan guru yang menyasar guru SD, SMP, dan SMA. 

Kegiatan peer share dari guru ke siswa dan peer share siswa terlatih ke anak lainnya dengan menyasar siswa SD, SMP, dan SMA dengan usia 9-17 tahun. 

Baca Juga : IAS Optimis Diusung Golkar di Pilgub Sulsel 2024, Saat Ini Fokus Sosialisasi di Masyarakat

"Termasuk juga pelatihan melibatkan fasilitator masyarakat, parenting orang tua/pengasuh, dan pelatihan anak komunitas," ungkapnya. 

Diketahui, program ini hanya berjalan di empat daerah di Sulawesi Selatan. Yakni, Makassar, Maros, Bone, dan Wajo. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#UNICEF #BaKTI #OCSEA #Eskploitasi Seksual Anak #Perlindungan Anak #Makassar #Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com