Selasa, 21 April 2026 19:09

Evaluasi Progres Geopark Matano, Langkah Nyata Luwu Timur ke Geopark Nasional

Editor : Redaksi
Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, bersama Kabid Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Parmudora, Andi Irfan Saputra, narasumber dari General Manager (GM) Unesco Global Geopark Ijen Jawa Timur, Abdillah Baraas, serta Tim Percepatan Geopark Matano, Selasa (21/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, bersama Kabid Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Parmudora, Andi Irfan Saputra, narasumber dari General Manager (GM) Unesco Global Geopark Ijen Jawa Timur, Abdillah Baraas, serta Tim Percepatan Geopark Matano, Selasa (21/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Kepala Dinas Kominfo-SP Lutim, Andi Tabacina Akhmad menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan penetapan geopark di Luwu Timur.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Parmudora) menggelar kegiatan Evaluasi Progres Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional, yang berlangsung mulai 21–25 April 2026 di Gedung Pemuda, Malili.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, dan dihadiri oleh Kabid Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Parmudora, Andi Irfan Saputra, narasumber dari General Manager (GM) Unesco Global Geopark Ijen Jawa Timur, Abdillah Baraas, serta Tim Percepatan Geopark Matano, Selasa (21/4/2026).

Dalam sambutannya, Andi Tabacina Akhmad menyampaikan bahwa, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan dokumen pengusulan Geopark Matano agar memenuhi standar nasional.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Gerak Cepat Sinkronkan Kebijakan Pusat-Daerah Antisipasi Kekeringan 2026

Kepala Dinas Kominfo-SP Lutim ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan penetapan geopark di Luwu Timur.

Sementara itu, Abdillah Baraas selaku narasumber menjelaskan, geopark merupakan suatu wilayah yang dikelola secara terpadu dengan mengedepankan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.

Menurutnya, geopark berbeda dengan kawasan konservasi seperti cagar alam atau taman nasional, karena dikelola secara inklusif dengan melibatkan masyarakat.

Baca Juga : Pemkab Lutim dan PT Vale Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal, Sorowako Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

“Geopark adalah konsep pembangunan kawasan berkelanjutan dengan semangat celebrating earth heritage, sustaining local communities,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara prinsip, tidak terdapat perbedaan mendasar antara geopark nasional dan geopark global, kecuali pada tingkat pengakuan internasional terhadap nilai warisan geologinya.

Lebih lanjut, Abdillah menyebutkan empat kelengkapan dasar yang harus dimiliki sebuah geopark, yaitu warisan geologi (geological heritage), manajemen, visibilitas, serta jejaring (network).

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Dorong SDM Lokal Kuasai Bahasa Asing Lewat Program Mandalish

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan dokumen Geopark Matano dapat semakin matang dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga mampu mendorong Luwu Timur menjadi bagian dari kawasan geopark nasional di Indonesia. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Geopark Matano #Luwu Timur #Geopark Nasional #Danau Matano #Pariwisata Luwu Timur #Pemkab Lutim #Geowisata Sulsel #UNESCO Global Geopark #Malili
Youtube Jejakfakta.com