Senin, 10 Agustus 2026 17:27

TDA Makassar Siap Dampingi UMKM Sulap Sampah Jadi Peluang Bisnis

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Rapat koordinasi antara Komunitas TDA Makassar dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (10/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Rapat koordinasi antara Komunitas TDA Makassar dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (10/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

TDA Makassar siap mendampingi UMKM mengembangkan bisnis pengelolaan sampah. Pemkot Makassar mendorong kolaborasi untuk membangun ekosistem persampahan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Persoalan sampah di Kota Makassar mulai diarahkan bukan hanya sebagai urusan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi. Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Makassar menawarkan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis di sektor pengelolaan sampah.

Tawaran tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara Komunitas TDA Makassar dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (10/8/2026).

Ketua TDA Makassar, Reza, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha.

Baca Juga : Dua Kelurahan Makassar Jadi Pilot Project Sadar HAM, Appi Harap Direplikasi ke 153 Kelurahan

Menurutnya, TDA Makassar mendukung program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber yang tengah didorong Pemerintah Kota Makassar.

"Komunitas pengusaha Tangan Di Atas Makassar mendukung program pemilahan sampah yang ada di Kota Makassar. Tentu, ini bagian dari tanggung jawab bersama," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, TDA Makassar tidak hanya menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Komunitas ini juga menawarkan kontribusi berupa pembinaan dan pendampingan bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor persampahan.

Baca Juga : Ratusan Warga dan Tokoh Masyarakat Tutup Jalan Ir. Sutami, Tolak PLTSa di Tamalanrea

Reza mengatakan, salah satu persoalan yang dibahas bersama Pemkot Makassar adalah tata kelola bisnis pada sektor pengelolaan sampah.

"Tadi kami banyak berdiskusi tentang apa masalah di waste management ini," kata Reza.

Menurutnya, pengelolaan sampah atau waste management tidak sebatas proses membuang limbah. Di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, pengolahan, daur ulang hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga : Semangat Merah Putih Mulai Dikobarkan, Pemkot Makassar Matangkan HUT ke-81 RI

TDA Makassar sendiri memiliki sejumlah anggota yang telah menjalankan usaha di sektor pengelolaan sampah. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membantu pelaku usaha lain mengembangkan bisnisnya secara lebih profesional.

Salah satu persoalan yang masih ditemukan, kata Reza, adalah terbatasnya pemahaman sebagian pelaku usaha mengenai tata kelola bisnis persampahan.

"Nah, kami menawarkan solusi itu untuk pendampingan," tuturnya.

Baca Juga : Wawali Aliyah Mustika Ilham Dorong Kesempatan Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Dorong UMKM Naik Kelas

Reza menjelaskan, TDA Makassar memiliki ekosistem pengusaha yang dapat dimanfaatkan untuk membantu bisnis pengelolaan sampah, khususnya yang masih berada pada skala UMKM.

Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menjalankan aktivitas pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan.

Baca Juga : Hadapi Kemarau Panjang, Appi Minta PDAM Makassar Jaga Pasokan Air dan Likuiditas

"Kita punya ekosistem yang bisa scale up bisnis-bisnis waste management yang dari UMKM. Mungkin nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan dinas-dinas terkait untuk membahas permasalahan ini," jelasnya.

TDA Makassar juga melihat masih terbuka peluang ekonomi yang cukup besar dari sektor persampahan.

Selama ini, kata Reza, masih banyak masyarakat yang memandang sampah sebatas limbah yang harus dibuang. Padahal, apabila dipilah dan dikelola dengan baik, sebagian sampah dapat memiliki nilai ekonomi.

"Banyak yang mengelola sampah di Makassar, tetapi yang melihat sampah itu bernilai belum banyak. Jadi sasarannya adalah UMKM, supaya banyak yang muncul dari peluang bisnis pengelolaan sampah ini," katanya.

Karena itu, TDA tidak memosisikan diri sebagai penyedia peralatan pengolahan sampah. Fokus komunitas lebih diarahkan pada pembinaan, pendampingan, penguatan jejaring, dan pembangunan ekosistem pengusaha di sektor persampahan.

Potensi tersebut didukung basis anggota TDA Makassar yang cukup besar. Reza menyebut terdapat sekitar 3.000 anggota TDA di Makassar, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

"Di Makassar kita ada 3.000 member. Sekitar 90 persen merupakan UMKM," ungkapnya.

Dengan basis tersebut, TDA Makassar ingin mendorong semakin banyak pelaku usaha melihat sektor persampahan sebagai ruang bisnis sekaligus bagian dari solusi lingkungan.

"Fokusnya pada pembinaan dan pendampingan. Kita buat ekosistem pengusahanya," tegas Reza.

Pertemukan Pengusaha Persampahan dengan Pemerintah

Dalam pertemuan tersebut, TDA Makassar juga mempertemukan sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bidang persampahan dengan Pemerintah Kota Makassar.

Langkah ini dilakukan agar persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat disampaikan secara langsung kepada pemerintah sekaligus mencari solusi bersama.

"Yang kami lakukan adalah mempertemukan langsung sektor swastanya dengan Pak Wali. Kebetulan sektor swastanya itu member-member kami," jelasnya.

Menurut Reza, kolaborasi tersebut penting karena persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak.

Ke depan, TDA Makassar berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha persampahan yang memiliki tata kelola bisnis yang baik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Munafri: Sampah Harus Dikelola dari Sumber

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa persoalan persampahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Munafri, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga pelaku UMKM harus mengambil bagian dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

"Kita ingin solusi terhadap berbagai persoalan pengelolaan sampah di Makassar, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan," ujarnya.

Munafri mengatakan, penanganan sampah membutuhkan perubahan pendekatan. Pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada mengangkut dan membuang sampah, tetapi harus memperkuat pengelolaan sejak dari sumber.

Karena itu, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi perlu menjadi bagian dari ekosistem persampahan di Kota Makassar.

Munafri menilai komunitas seperti TDA Makassar memiliki potensi besar karena mempunyai jaringan pelaku usaha yang luas.

Jaringan tersebut dapat diarahkan untuk menciptakan inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan sampah.

"Sampah seharusnya tidak selalu dipandang sebagai persoalan yang harus segera dibuang. Sebagian sampah memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik," katanya.

Pemerintah, lanjut Munafri, membuka ruang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam pengelolaan sampah, terutama dalam memperkuat sistem pemilahan dan pengolahan dari sumber.

"Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan sistemnya, sementara masyarakat dan dunia usaha bisa mengambil peran sesuai kapasitasnya," jelasnya.

Munafri juga menyambut baik tawaran TDA Makassar untuk mendampingi UMKM yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret bersama perangkat daerah terkait.

Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, pengelolaan sampah di Makassar diharapkan tidak hanya mampu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat.

"Semua harus mengambil bagian. Kalau kita bergerak bersama, persoalan sampah ini bisa kita tangani secara bertahap dan lebih baik," tukasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#TDA Makassar #pengelolaan sampah #UMKM pengelolaan sampah #bisnis sampah #Munafri Arifuddin #Pemkot Makassar #pemilahan sampah #Waste Management #ekonomi sirkular #peluang bisnis sampah
Youtube Jejakfakta.com