Jejakfakta.com - JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia, mengungkap penyebab antrean bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut Bahlil, antrean dipicu oleh adanya peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Yang terjadi sekarang itu kan adalah sebagian ada yang shifting sebenarnya, dari yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak subsidi," ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Peralihan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia yang kini berada di atas 100 dolar AS per barel. Sementara pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi, sehingga terdapat perbedaan harga yang mendorong perpindahan konsumsi.
Baca Juga : Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Dugaan Penyelewengan dan Modifikasi Tangki BBM
Selain peralihan konsumsi, pemerintah juga menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Bahlil mengungkapkan adanya temuan kepolisian berupa kendaraan dengan tangki BBM yang dimodifikasi secara sengaja untuk menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.
"Harus diakui berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga : Antrean BBM Mulai Longgar, Disdik Makassar Kembalikan Siswa TK-SMP ke Sekolah Mulai Besok
Bahlil menyebut kendaraan seperti Pajero dan truk turut ditemukan menggunakan tangki berkapasitas besar tersebut untuk mengisi BBM subsidi dalam jumlah yang jauh melebihi kapasitas normal kendaraan pada umumnya.
Antrean Mulai Terurai, Stok Nasional Aman
Bahlil memastikan kondisi antrean di Makassar kini sudah mulai terurai dan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : Antisipasi Antrean, Bupati Pangkep dan Forkopimda Pantau Stok BBM di SPBU
"Yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Ia juga menegaskan bahwa stok BBM secara nasional masih berada dalam kondisi aman, dengan cadangan di atas standar minimum kebutuhan nasional pada kisaran 18–20 hari.
Arahan Presiden: Tertibkan dan Awasi Distribusi
Baca Juga : Pertamina Bantah BBM Langka di Makassar, Antrean Dipicu Kepanikan Warga Imbas Pemadaman Listrik
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Bahlil, telah memberikan arahan agar persoalan penggunaan BBM subsidi segera ditertibkan. Pemerintah akan memperketat pengawasan dan menertibkan praktik penyalahgunaan agar distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
"Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," kata Bahlil.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi untuk tidak menggunakan BBM subsidi karena bahan bakar tersebut diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berhak menerimanya.
Baca Juga : Usai 20 Daerah Disambangi, IAS Targetkan Kursi Ketua DPRD Makassar Kembali ke Pangkuan Golkar
"Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," pungkas Bahlil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



